Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
Budi Mulya ke KPK, Konfirmasi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari
Tuesday 03 Dec 2013 20:24:53

Budi Mulya seusai Menjalanin Pemeriksaan di gedung KPK.(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Lagi-lagi Budi Mulya Menghadiri Undangan Panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka masalah Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik, sekitar pukul 14.00 Wib, di Rasuna Said, Jakarta selatan, Selasa (3/12).

Budi Mulya Mantan Deputi Gubernur BI, yang mengenakan baju kemeja putih lengan panjang di lapisin rompi Tahanan KPK berwarna oranye, tidak berkomentar sedikitpun pada awak media, saat seusai keluar gedung KPK, dimana para wartawan melontarkan berbagai pertanyaan padanya, dan Ia hanya langsung bergegas masuk ke mobil tahanan KPK.

Saat Jumpa Pers, Johan Budi selaku juru bicara (Jubir) KPK, menerangkan mengenai hal kehadiran Budi Mulya ke KPK, untuk Konfirmasi penambahan masa tahanan sementara KPK selama 40 hari kedepan.

"Adapun kedatangan Budi Mulya ke KPK terkait untuk konfirmasi perpanjangan penahanan sementara KPK untuk pertambahan selama 40 hari kedepan," Terang Johan, menjelaskan tentang kehadiran Budi Mulya ke KPK hari Selasa ini.

Pemberitaan sebelumnya Budi Mulya sudah ditahan KPK selama 20 hari, dan ini adalah perpanjangan tambahan untuk ke dua kalinya.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]