Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Terbang
Bisa Terbang Bukan Lagi Sekadar Mimpi ''Hoverboard'
2016-10-17 08:14:35

Manusia bisa terbang pakai Hoverboard.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pada 22 Mei 2015, Danau Ouareau di Quebec, Kanada menjadi sorotan. Pasalnya, saat itu perangkat teknologi fiksi ilmiah yaitu tampak terbang mengudara di atas air.

Hoverboard itu mampu terbang 16 (sekitar 5 meter) kaki di atas permukaan, dengan jarak terbang 905 kaki atau sekitar 275 meter. Hoverboard "homemade" tersebut dibuat oleh Alexander Duru.

Kemampuan terbang itu berhasil memecahkan rekor Guinness World Record. Rekor sebelumnya hanya mampu terbang dengan jarak 164 kaki atau sekitar 50 meter.

Duru mengontrol ketinggian dan kecepatannya di atas hoverboard menggunakan remote genggam yang dibuat dari sepasang tang. Aspek DIY atau "buatan sendiri" lain yaitu menggunakan ikatan snowboard (papan seluncur salju) untuk mengikat kakinya ke rangka hoverboard.

Menurut Duru, tidak ada mesin lain yang dapat mengalahkan sensasi mengendarai perangkat tersebut.

"Bahkan rasanya tidak ada yang mendekati," kata Duru seperti dikutip dari laman Popular Science, Minggu (16/10).

Engineer software itu mencurahkan waktunya selama lima tahun terakhir untuk menyempurnakan desain bernama Omni tersebut.

Upaya pertamanya kurang lebih terbuat dari sepotong kayu diikat ke motor dan baling-baling. Sedangkan perangkat terkini, yang telah disempurnakan oleh perusahaannya, Omni Hoverboards, bersama mahasiswa universitas lokal, terbuat dari serat karbon tapi masih memiliki rasa "DIY".

Kini Duru dan timnya sedang mengembangkan prototope kedua yang lebih ramping, lebih kuat dan cukup aman untuk masyarakat yang menginginkannya. Ia berencana hoverboard tersebut bisa didistribusikan pada 2017.

"Kebanyakan orang membayangkan masa depan bersama . Saya rasa hal itu pasti akan terjadi," pungkasnya. Lihat videonya klik.(Din/Isk/liputan6/bh/sya)


 
Berita Terkait Terbang
 
Bagaimana Mengalahkan Rasa Takut Terbang?
 
Bisa Terbang Bukan Lagi Sekadar Mimpi ''Hoverboard'
 
Jet Tempur Rusia Terbang Tiga Meter dari Pesawat AS
 
AS Larang Terbang Boeing 787 Dreamliner
 
Akibat Terbang Terlalu Rendah, Pesawat Bravo 202 Jatuh Menabrak Kantin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]