Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Samarinda
Besok Dilakukan Operasi Bedah Jantung Pertama di RSUD-AWS
Saturday 22 Feb 2014 01:13:57

Tim dokter RS Harapan Kita Jakarta Bersama Dirut RSUD-AWS Ketika Memberikan Keterangan Pers Mengenai Pelaksanaan Operasi Bedah Jantung Perdana.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahrani (RSUD-AWS) dr Rachim Dinata Marsidi, yang didampingi Tim dokter bedah Jantung Harapan Kita Jakarta, dalam keterangan persnya di ruang pertemuan RSUD-AWS kepada wartawan, Jumat (21/2) menyatakan, besok pagi Sabtu (22/2) akan melaksanakan operasi bedah jantung perdana dan ditayangkan secara Live melalui layar monitor, yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung rumah sakit.

Kepala RSUD-AWS mengatakan, operasi bedah jantung yang dilakukan di sini, karena alat kita sudah lengkap dan akan dilaksanakan sekitar, pukul 09.00 pagii, ujar Rahim.

“Peralatan hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan melaksanakan bedah besok. RSUD-AWS bekerjasama dengan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Dokter dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita," ujar Rahim.

Untuk diketahui bahwa, sarana dan prasarana untuk bedah jantung yang dimiliki RSUD-AWS ini nilainya Rp 6 milyar, dan melalui program layanan operasi bedah jantung, diharapkan bisa memberikan layanan maksimal, kepada masyarakat, jelas Rahim.

Hal yang sama disampaikan oleh dr. Iwan, selaku Dirut Jantung dan SDM Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, bahwa dibukanya RSUD-AW Samarinda sebagai pelayanan operasi bedah jantung, merupakan rumah sakit yang ke-10 dari 14 rumah sakit di Indonesia.

Dimana, dr. Iwan juga mengatakan bahwa, pelaksanaan operasi bedah jantung memakan waktu paling lama 100 menit, dengan total biaya sebesar Rp 130 juta, dan umum paling kurang Rp 60 juta, jelas Iwan.

"Dari biaya sebesar Rp 130 juta tersebut, bukan hanya operasi bedahnya saja tapi sudah termasuk pelayanan dan obat-obatnya," jelas dr. Rahim Kepala RSUD-AW Samarinda.

dr. Rahim juga menambahkan bahwa, untuk operasi bedah jantung perdana besok yang dilakukan oleh seorang bapak berusia 51 tahun, semua biayanya gratis atau biayanya patungan dari dokter yang ada di Samarinda, juga dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (BPJS), dan kita harapkan dapat berjalan dengan lancar, papar Rahim.

"Pelaksanaan operasi besok dengan biaya gratis atau tidak bayar, biayanya patungan dari dokter rumah sakit, dan JKN dan BPJS," pungkas Rahim.

Kedepannya kita akan kirim dokter ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta untuk dilatih, dan diharapkan kedepannya RSUD-AWS sudah memiliki dokter bedah jantung dan perawat berkualitas, dalam melaksanakan Operasi Bedah Jantung, pungkas Rahim.(bhc/gaj).


 
Berita Terkait Samarinda
 
AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]