Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Berusia 110 Tahun, Muhammadiyah Catat Sejarah Panjang Membangun Indonesia
2019-08-11 23:09:15

JAKARTA, Berita HUKUM - Muhammadiyah tepat berusia 110 tahun Hijriyah pada Jumat, 9 Agustus 2019. Guru Besar Ahli Hukum dan Tata Negara Prof. Dr. Jimly Asshiddique, menganggap sudah sepatutnya Muhammadiyah bersyukur atas karunia dan peran besar yang dimilikinya dalam mendirikan dan membangun Republik Indonesia dengan cara terus membangun peradaban bangsa.

"Muhammadiyah berjasa dan berperan besar dalam membangun Indonesia mulai dengan membentuk peradaban masyarakat madani sebelum membentuk negara seperti yang dilakukan oleh Rasulullah di Madinah. Mulai Bung Karno, Bu Fatmawati, Pak Kasman, Ki Bagus, Djuanda, Soedirman dan banyak lagi tokoh nasional adalah dari keluarga besar Muhammadiyah. Tugas kita belum selesai. Harus terus menyumbang untuk negeri," pesan Jimly dalam Pengajian Bulanan Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jumat (9/8).

Menyambung Jimly, Dekan FKIP Uhamka Dr. Desvian Bandarsyah mengungkit kelemahan bangsa Indonesia dalam membaca sejarah, mengingat dan menghargainya.

"Memori kita tentang masa lalu adalah hal yang mahal dan penting untuk kita jaga kesinambungannya. Tanpa ingatan pada masa lalu, kita akan menjadi paria. Tanpa sejarah, kita tidak akan pernah tahu bahwa sebagian besar batu bata pondasi kemerdekaan kita dibangun oleh Muhammadiyah. Tanpa memahami sejarah, kita akan jatuh ke lubang kesalahan yang sama berkali-kali," kritik Desvian sembari memuji keteguhan Muhammadiyah untuk tetap berdiri di atas prinsipnya di tengah terpaan badai politik 5-6 tahun belakangan.

Peneliti Sejarah Muhammadiyah, Muhammad Yuanda Zara, Ph.D menguraikan bahwa Muhammadiyah sejatinya telah membentuk masyarakat madani sejak tahun 1920-an sebagai bibit penyemai kemerdekaan dengan memberantas buta huruf melalui pendirian berbagai sekolah, mengenalkan sains kedokteran dan memberantas takhayul yang menjadikan manusia berpangkutangan.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A Mughni menyinggung bahwa peran besar peradaban itu sejatinya menjadi jati diri Muhammadiyah karena terangkum dalam Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

"Dalam Mukaddimah itu sudah jelas moral concern dan tujuan kita untuk kalangan luas. Ini sangat utama bagi negara kita di masa depan. Budaya demokrasi dan egaliter sejak awal juga berkembang dalam tubuh Muhammadiyah. Maka kewajiban kita untuk merenungkan dan mengkaji sejarah ini untuk mempersembahkan apa yang terbaik bagi negara ini," urai Syafiq.

"Kita yakin sekalipun kita perlu kekuatan yang mempertahankan pancasila dengan slogan harga mati, tapi juga tak kalah penting adalah memajukannya, dan itulah peran Muhammadiyah," pesan Syafiq.(Afandi/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]