Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Hanura
Bertemu Megawati, Wiranto Berharap Ada Kejutan Baru
Saturday 17 May 2014 16:50:43

Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH Ketua Umum Partai Hanura sambangi kediaman Megawati Soekarnoputri, Sabtu (17/5).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menyambangi kediaman Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jl. Tengku Umar Jakarta Pusat, Sabtu (17/5) Sekitar pukul 11:00 WIB guna melakukan komunikasi politik menjelang pendaftaran Capres 2014.

"Sebagai tokoh politik lainya sudah, ketemu Ibu megawati saya belum, pertemuan membahas politik, kalau tidak ya ketemuan di rumah makan," ujar Wiranto di depan kediaman Megawati Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Wiranto berjanji akan menyampaikan hasil pertemuanya dengan Megawati dan berharap dari hasil pertemuan tersebut akan ada kejutan baru dalam konstelasi politik Indonesia menjelang pendaftaran calon Capres di KPU.

"Nanti saya akan jelaskan sama saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan ada satu kejutan baru, saya belum bertemu bu Mega saya belum bisa berkomentar apa-apa," ujar Wiranto kembali sambil memasuki kediaman Megawati.

Sementara, selesai pertemuan antara mantan Panglima TNI dan mantan Presiden RI ke 5 atau biasa disapa dengan"Mbak Mega" ini, Wiranto mengungkapkan bahwa Hanura dan PDIP sudah menjalin kebersamaan yang cukup lama, sudah lima tahun ini. Hanura sepakat akan melanjutkan kerjasama ini. Wiranto yang juga mantan Menko Polkam berharap keputusan berkoalisi dengan PDIP dapat menghasilkan yang terbaik pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

"Kerjasama telah membuahkan kebersamaan, keyakinan, pemahaman, punya nafas perjuangan yang sama untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya(bhc/put)


 
Berita Terkait Partai Hanura
 
Hanura Usul Pembentukan UU Pembuktian Terbalik Soal Harta Kekayaan Pejabat Negara
 
Pecah Lagi, Konflik OSO-Wiranto Bikin Hanura Makin Tak Diperhitungkan di Pilkada 2020
 
Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai
 
Desak Polisi Tersangkakan Komisioner KPU, Ribuan Kader Hanura Geruduk Polda Metro Jaya
 
Aswanto SH Putra Asli Bengkulu Bacaleg Partai Hanura untuk DPR RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]