Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Bentrokan Kembali Terjadi di Mesir
Tuesday 16 Jul 2013 11:52:07

Kelompok pendukung Morsi bentrok dengan pasukan keamanan.(Foto: ap)
MESIR, Berita HUKUM - Ratusan pendukung presiden Mesir terguling Presiden Mohammed Morsi bentrok dengan pasukan keamanan di Kairo. Polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau pemrotes yang memblokir jalanan utama di ibukota. Sejumlah pemrotes melemparkan batu membalas polisi.

Bentrokan terjadi setelah seorang utusan senior AS mengatakan Mesir telah diberi "kesempatan kedua" untuk menciptakan demokrasi.

Utusan itu bertemu dengan pemimpin sementara Mesir tetapi ditolak oleh kelompok penting di negara tersebut termasuk pendukung Morsi, Ikhwanul Muslimin.

Rencananya dalam kunjungan dua hari Wakil Menteri Luar Negeri AS juga akan bertemu dengan partai ultra konservatif Salafi al-Nour dan Tamarod, tetapi ditolak.

Bentrokan terjadi satu pekan setelah 50 orang pendukung Morsi tewas dalam pertempuran dengan bentrokan dengan pasukan keamanan di luar markas Garda Republik, yang diyakini sebagai tempat penahanan Morsi.

Morsi digulingkan dengan dukungan militer pada 3 Juli lalu.

Anti AS

Bentrokan yang terjadi pada Senin (15/7) terjadi setelah pemrotes memblokir jalan utama jembatan.

Sebelumnya, demonstran pro-Morsi dilaporkan berada diluar masjid Rabaa al-Adawiya, dan meminta agar Morsi kembali menjadi presiden.

"Keluar Sisi," teriak sejumlah demonstran yang ditujukan kepada kepala pasukan keamanan Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, yang menjabat selagi Morsi digulingkan.

Sementara itu, pejabat Mesir mengatakan tersangka dari kelompok Islam militan menyerang sebuah bus yang membawa pekerja ke pabrik semen di bagian utara Sinai, yang nemewaskan tiga orang, dan 14 orang terluka.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, William Burns bertemu dengan Presiden Adly Mansour dan Perdana Menteri Hazem al-Beblawi, dan juga Jenderal al-Sisi.

Dia mengambarkan peristiwa yang terjadi dalam dua pekan terakhir sebagai "kesempatan kedua untuk merealisasikan janji revolusi" menyusul berakhirnya masa kekuasaan presiden Hosni Mubarak pada 2011.

Dia meminta kepada militer untuk mencegah adanya "penahanan yang bermotif politik," AS juga mendukung Mesir yang "stabil, demokratis, inklusif dan toleran".

Tetapi bersikukuh bahwa AS tidak akan mengajari siapapun, dan tidak akan memaksakan apapun kepada Mesir.
AS memberikan bantuan rutin kepada militer Mesir setiap tahunnya, senilai $1,5 miliar atau sekitar Rp15 triliun.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Mesir
 
Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]