Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penggusuran
Bentrok Penggusuran Warga Pasar Ikan dengan Aparat, Jatuh Korban Luka
2016-04-11 15:13:00

Tampak ratusan warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara terlibat bentrok dengan aparat gabungan Satpol PP dan Polri, saat melakukan penggusuran rumah warga, Senin (11/4) pagi.(Foto: BH/san)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, terlibat bentrok dengan aparat gabungan Satpol PP dan Polri, saat melakukan penggusuran rumah warga, Senin (11/4) pagi. Insiden tersebut dipicu saat warga yang memblokade jalan tersebut ribut dengan aparat, sehingga terjadi bentrok fisik yang mengakibatkan sebagian warga mengalami luka dan ada sebagian ibu-ibu jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Ny. Hilda, tokoh masyarakat yang saat itu berorasi di depan warganya mengaku sangat menyayangkan sikap aparat yang melakukan penggusuran rumah mereka. Menurutnya, seharusnya proses penggusuran sebaiknya dilakukan dengan cara yang elegan dan baik-baik minimal jauh-jauh hari ada sosialisasi.

"Kami minta diberi waktu dan penggusuran ini sebaiknya ditangguhkan dulu sampai habis lebaran, sehingga kami punya waktu untuk berkemas-kemas. Jika bapak-bapak aparat punya rasa kemanusiaan, tolonglah penggusuran ini ditangguhkan," pinta wanita yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di pemukiman Pasar Ikan, dihadapan Camat Penjaringan didampingi Kapolsek Penjaringan, Senin (11/4).

Upaya negosiasi yang dilakukan warga ternyata sia-sia saja. Warga yang sudah berulangkali memohon rupanya tidak diindahkan aparat, sehingga warga dan petugas terlibat bentrok di jalan. Kericuhan terjadi setelah ada warga yang melempar batu ke arah Satpol PP dan Polisi, sehingga kericuhan pun tak terelakkan lagi. Dan akhirnya aparat berhasil melakukan penggusuran. Belasan beco yang sudah disiapkan langsung meratakan bangunan.

Camat Penjaringan, Ahmad Khalit ketika dikonfirmasi di lokasi penertiban mengatakan sebanyak 1600 warga tinggal di wilayah Pasar Ikan, ini. Pihaknya melakukan penggusuran secara paksa karena warga tetap memilih bertahan, padahal, jelasnya, sudah disediakan rusunawa.

Ahmad Khalit mengatakan sedikitnya sudah ada 360 warga Pasar Ikan yang sudah direlokasi ke Rusunawa Marunda dan Pluit. Dan ia menjelaskan dalam persoalan penggusuran rumah itu tidak ada ganti rugi. "Pemerintah hanya menyediakan rusunawa untuk mereka, itu saja," ujarnya.(bh/san)


 
Berita Terkait Penggusuran
 
• Pemkot Samarinda Diminta Pertimbangkan Kembali Pembongkaran Bantaran SKM, LAKI Kaltim Kawal Sampai Tuntas
 
• Gusur Warga Bukit Duri, Pelanggaaran HAM Dilakukan Penguasa dan Penegak Hukum
 
• Kapolda Metro Jaya Pantau Lokasi Penggusuran Bukit Duri
 
• Fadli Zon: Rusun Rawa Bebek Tidak Manusiawi
 
• Penggusuran Tanpa Solusi Sebabkan Kemiskinan Baru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]