Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Gerakan Anti Narkoba
Benny Mamoto: Stop Narkoba
Sunday 27 Jan 2013 18:47:00

Benny Mamoto, Deputi Pemberantasan BNN.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Raffi Ahmad, presenter Dahsyat yang terjerat dalam kasus narkoba di kediamannya, jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Setelah kejadian tersebut, Benny Mamoto, Deputi pemberantasan di BNN meminta kepada seluruh kalangan masyarakat, artis, sekalipun pejabat agar menghindarkan diri dari Narkoba, sebab, katanya Narkoba itu tidak ada gunanya sama sekali. "Stop Narkoba," harapnya.

Dalam wawancara di stasiun televisi TV One, Benny Mamoto mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui siapa yang merupakan pemilik dari narkoba yang ditemukan di rumah Raffi.

"Hasil pemeriksaan Raffi dan kawan-kawan masih dilakukan, dan sekarang mereka sedang diperiksa di ruang penyidik di lantai atas," kata ketua BNN, Minggu (27/1).

Menurut Benny, keadaan Raffi Ahmad dan kawan-kawan sampai saat ini masih dalam keadaan sehat. Dan untuk nasib keseluruhannya, BNN masih menunggu hasil tes urine dari laboratorium.

"Mengenai status yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan Polisi dan penyidik BNN, kita lihat saja perkembangan selanjutnya," ujarnya.

Kemudian lanjutnya, sebenarnya pemerataan narkoba di kalangan artis ini bukan saja terjadi pada Raffi Ahmad dan kawan-kawan, sebelumnya telah banyak terjadi di berbagai artis-artis papan atas lainnya.

"Pihak kami kedepannya akan terus melakukan pengawasan terhadap semua kalangan, dan bukan hanya artis saja, tapi kalangan pejabat juga, apalagi mereka merupakan publik figur yang seharusnya dapat menjaga nama baiknya, dan bukan malah mencemarkan nama baik sendiri, oleh karenanya saya minta jauhi Narkoba,'' pungkasnya.

Ternyata, Raffi dkk telah lama menjadi target operasi BNN. Pihaknya pun, kata Benny, menilai mereka kerap menggelar pesta.

"Laporannya memang kerap melakukan party, apalagi mereka semua sudah sejak lama menjadi target kami dalam mengungkap kasus Narkoba ini," tandasnya.

Dari penggerebekan itu, BNN menemukan barang bukti dua linting ganja dan ekstasi. Hingga saat ini, ke-17 orang itu pun masih dalam pemeriksaan.

"Barbuk yang diamankan ganja 2 linting, MDMA dicampur sprite," tuturnya.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Gerakan Anti Narkoba
 
INSANO Deklarasikan Gerakan Sosialisasi Pasal 104 dan 108 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika
 
YARA dan Mahasiswa Unsam Langsa Lakukan Kampanye Anti Narkoba
 
Ubahara Citrakan Kampus Bebas Narkoba
 
Muzakir Manaf: Jangan Sampai Generasi Aceh Kedepan akan Menjadi Manyat Hidup
 
Universitas Budi Luhur Jawara Kampus Bersih Narkoba 2013
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]