Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Badai
Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
2021-04-05 16:23:47

NUSA TENGGARA TIMUR, Berita HUKUM - Di tengah suka-cita Paskah yang sedang dirayakan umat Kristiani, Siklon Seroja mengamuk di NTT sejak Sabtu, 3 April 2021, kemarin. Angka fatalitas tertinggi terjadi di Pulau Adonara (Kabupaten Flores Timur) dan Pulau Ile Ape (Kabupaten Lembata). Siklon Seroja yang memporakporandakan rumah, perahu, dan harta benda warga merupakan bencana pertama jenis ini yang tercatat dan muncul mencapai daratan sejak Indonesia merdeka.

Merespon kondisi bencana di NTT itu, Indonesia Social Justice Networks (ISJN) langsung bergerak menggalang bantuan untuk menolong para korban. Penggalangan bantuan dilakukan, baik di internal anggota ISJN maupun di kalangan mitra ISJN dan masyarakat umum.

Sebagaimana informasi dari lapangan, efek Siklon Seroja terjadi secara merata di beberapa wilayah di NTT, baik di Pulau Timor, Sumba bagian Timur, Pulau Adonara, dan Pulau Ile Ape. Jembatan terpanjang di NTT, yang terletak di Kabupaten Malaka pun juga roboh dihantam banjir di Sungai Benanain. Listrik di Pulau Timor juga mengalami black out dalam dua hari terakhir ini, karena gangguan saluran listrik akibat pohon tumbang dan lainnya. Di Sumba Timur, rumah-rumah di kawasan Kambaniru terendam air.

Di Flores Timur, khususnya di Kota Waiwerang, Pulau Adonara, hingga kini angka pasti korban meninggal dan hilang masih terus berkembang. Tercatat 60 korban meninggal yang sudah ditemukan. Sedangkan angka yang hilang masih simpang siur. Sedikitnya 20 orang hingga angka ratusan mulai beredar di media sosial.

"Keluarga saya juga jadi korban," kata Muhammad Korebima, salah satu anggota ISJN asal NTT. Febro, anggota ISJN lainnya yang berbasis di Kefa, Kabupaten TTU mengatakan bahwa pasokan listrik terganggu, jalanan Trans Timor masih mengalami longsor dan pohon tumbang di beberapa titik.

Di Kabupaten Malaka, kabupaten perbatasan dengan Timor Leste, puluhan desa terendam, dan pengungsian mandiri dilakukan oleh warga. Akses menuju Kabupaten Malaka terganggu akibat putusnya Jembatan Benanain.

Di Kota Kupang, Ibukota Provinsi NTT, angka kematian juga bertambah akibat Siklon Seroja yang menumbangkan pohon, rumah dan lainnya. Yanny Rohi Riwu, salah seorang sobat Katolikana mengungkapkan tetangganya meninggal dan orangtuanya sekarat akibat rumah mereka tertimpa pohon mahoni. Angka pasti kerusakan belum diterima, tetapi kerusakan atap rumah, pohon dan tiang listrik yang tumbang terjadi merata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Saat ini mata utama Siklon Seroja bergerak di Pulau Rote, dan Pulau Sabu.

Menurut perkiraan cuaca dari BMKG, hujan badai di NTT ini akan terus berlangsung hingga 5 April 2021 dan diperkirakan berakhir hingga Mei 2021. Sedangkan menurut pakar bencana Jonatan Lassa yang berbasis di Charles Darwin University (Darwin, Australia), mengatakan bencana siklon adalah bencana tahunan dan kita harus siap. Dengan kondisi sekarang hampir semua rumah yang ada di NTT tidak siap dengan kekuatan siklon, tingkat pertama sekali pun, seperti yang ditunjukkan lewat Siklon Seroja.

"Pemerintah melalui BNPB harus segera putuskan level bencana Siklon Seroja, sehingga model tanggap bencana yang amat luas ini bisa segera diambil," kata Elcid, anggota ISJN yang tinggal di Kupang.

ISJN sendiri akan menggalang dana dan bantuan lain untuk membantu. "ISJN akan membuka donasi di NTT, dan kami menghimbau kita bersatu padu untuk membantu saudara kita. Untuk kelancaran penggalangan bantuan, ISJN bekerjasama dengan IRGSC membuka posko di Kantor IRGSC, Jl. R.W. Monginsidi II No.2B, Kupang, NTT," ujar Julia Novrita, anggota presidium ISJN, Senin (5/4).

Posko Bencana ISJN akan dikomandoi oleh Saudari Viol (HP: 08113825878). Selain itu rekening donasi ISJN juga dibuka dengan menggunakan nomor rekening BNI 0410315765. a.n. Dominggus Elcid Li (JLN/Red/wl/bh/sya)


 
Berita Terkait Badai
 
Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
 
Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
 
10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
 
Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
 
Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]