Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Longsor
Belasan Tewas Diterjang Longsor
Friday 24 May 2013 16:17:11

Ilustrasi, Longsor di Cina.(Foto: Ist)
ZHUHAI, Berita HUKUM - Hujan deras yang mengguyur Kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, beberapa hari terakhir berdampak serius. Rabu malam waktu setempat (22/5) musibah tanah longsor terjadi di kota pesisir sebelah selatan Guangdong tersebut. Belasan orang dilaporkan tewas dalam bencana yang terjadi setelah tiupan angin kencang itu.

"Sebelum insiden terjadi, terlihat kilat berukuran raksasa menyambar Zhuhai," ujar seorang saksi mata. Tidak lama kemudian, menurut dia, terjadilah musibah tanah longsor di Zhuhai, seperti yang dikutip dari jpnn.com, pada Kamis (23/5).

Selama beberapa hari terakhir sebelum tanah longsor, hujan memang terus-menerus turun dan membuat permukaan tanah menjadi empuk. Tanah yang relatif empuk itu pun lantas ambrol karena tidak kuat menahan beban.

Tidak hanya mengubur permukiman warga, tanah longsor juga menimbun sejumlah kendaraan yang diparkir di halaman sebuah apartemen. Kebetulan, kompleks hunian vertikal itu terletak di kaki bukit. Kemarin (23/5) Pemerintah Kota Zhuhai menyatakan bahwa jumlah korban jiwa belum bisa dipastikan. Sebab, masih banyak korban yang hilang dan belum berhasil ditemukan.

Selain tanah longsor, banjir mengancam keselamatan warga di Zhuhai. Tidak kurang dari 32 ribu warga dari delapan distrik terkena dampak banjir.

Kemarin genangan air di pusat kota mencapai ketinggian 1,5 meter. Aktivitas warga pun otomatis lumpuh. Seorang bocah perempuan hilang setelah sempat terbawa arus banjir. Diduga kuat gadis malang itu tewas meski tubuhnya belum ditemukan.(dml/hep/c11/dos/jpc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Longsor
 
Desa Wangunjaya Kabupaten Bogor Longsor, Ribuan Nyawa Terancam Banjir Bandang
 
Akibat Galian Tambang PT ABN Jalan Sanga Sanga Muara Jawa Putus, 5 Rumah Amblas
 
Longsor di 3 Titik, Jalan Menuju Kecamatan Kinal Kaur Lumpuh
 
Penandatanganan Kerjasama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor di 19 Daerah Resiko Tinggi
 
5 Alat Berat Dikerahkan, Korban Longsor Brebes 11 Tewas dan 7 Hilang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]