Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Gerakan Anti Korupsi
Belajar Antikorupsi dari Pak Openg
Friday 04 Jul 2014 08:57:25

Ketua KPK Abraham Samad.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Maisin berdiri dengan rikuh, lalu menyambir microphone dari kawannya. Dari Lampung, ia mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta untuk beraudiensi. Memberanikan diri, ia bertanya kepada Ketua KPK Abraham Samad. “Apakah bapak pernah merasa takut melawan koruptor? Karena mereka bisa melakukan apa saja dengan kekayaan yang luar biasa.”

Abraham yang memiliki nama kecil Openg, pun menjawab. Bahwa manusia juga memiliki rasa takut. “Tapi kalau kita bekerja di jalan kebenaran, maka Tuhan pasti akan melindungi kita,” katanya.

Selain Maisin, masih ada 14 anak usia SMP lainnya dari berbagai daerah yang juga hadir. Mereka merupakan peserta Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali (SabangMerauke), sebuah gerakan sosial dalam bentuk program pertukaran pelajar antar daerah yang menekankan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan ke-Indonesia-an.

Setiap tahun, program ini mengajak beberapa anak dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke untuk meluangkan waktu libur sekolah selama beberapa minggu untuk tinggal di Jakarta. Selama masa pertukaran, anak-anak ini akan tinggal bersama keluarga angkat atau Famili Sabang Merauke (FSM) yang memiliki nilai-nilai yang luhur dan pencapaian penghidupan yang baik sehingga bisa menjadi panutan nyata dalam hidupnya.

Selain itu, anak-anak ini juga akan diberikan Kakak Sabang Merauke (KSM) sebagai mentor selama program ini berlangsung dimana para KSM adalah mahasiswa di Jakarta yang dapat menjadi contoh teladan dalam keterbukaan pikiran dan toleransi terhadap perbedaan.

Dalam kesempatan ini, anak-anak dipersilakan bertanya mengenai KPK dan upaya pemberantasan korupsi. Dalam program bertajuk “Bertemu Para Pemimpin”, mereka berdiskusi selama 30 menit dengan pimpinan KPK. Banyak hal yang ditanyakan, seperti proses pemilihan pimpinan KPK, proses penyidikan perkara sampai hukuman mati bagi koruptor.

“Yang terpenting, kalian harus memiliki integritas yang baik. Apa itu integritas? Itu seperti berhujan-hujanan saat puasa, tapi kalian tidak menjilat air untuk melepas dahaga meski tidak ada yang tahu,” begitu pesan Pak Openg yang disambut gelak tawa anak-anak.(KPK/bhc/sya)


 
Berita Terkait Gerakan Anti Korupsi
 
Stranas PK Luncurkan 15 Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024
 
Guru Ngaji Doakan Keselamatan Firli, Diminta Pantang Mundur Berantas Korupsi
 
Cegah Korupsi Sektor Politik Melalui Sistem Integritas Partai Politik (SIPP)
 
Firli Bahuri: Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Sampai ke Akarnya
 
MA Respon Saran KPK, Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]