Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Kasus Century
Bedah Century di Latuharhary Berlangsung Lengang
Thursday 25 Oct 2012 01:50:20

Saat setelah Acara Bedah Century di Latuharhary 16 Menteng Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM – Acara Bedah Century, membedah bailout bank century bertempat di jalan Latuharhary No.16 Menteng, Jakarta Pusat berlangsung biasa saja dan tidak menyolok. Kegiatan yang dibuka untuk umum ini, sebagian besar hanya dihadiri oleh para pendukung Sri Mulyani yang berjumlah dua puluhan orang, Rabu (25/10) malam. Dalam acara tersebut tidak terlihat adanya para wartawan.

Steve Susanto sebagai penulis Buku yang berjudul; Mengapa Sri Mulyani? (Menyibak Tabir Bank Century) sebagai pembicara dalam Bedah Century tersebut cukup menguasai materi, sayangnya keterbatasannya pada persoalan politik dan hukum menjadikan diskusi terasa hambar. Padahal yang dibicarakan adalah persoalan besar dalam negeri ini dengan tema pertemuan yang bombastis; Bedah Century.

Dalam acara tersebut juga tidak ada pemateri ahli sebagai penyeimbang atau pun pemateri yang ahli sebagai pencerahan, mengapa persoalan bailout century masuk ke ranah politik, seperti apa yang diungkapkan Steve Susanto dalam acara tersebut.

“Yang paling saya ingat pada ucapan Jusuf Kalla, pada saat itu adalah Indonesia tidak krisis,” kata Steve Susanto dalam acara tersebut. Dijelaskannya bahwa Sri Mulyani tidak ikut membidani kelahiran bank yang bermasalah, Sri Mulyani pun tidak memonitor status bank Century dan tidak terlibat.

Acara bedah Century yang dimulai sejak pukul 19:00 Wib hingga pukul 22:00 Wib pada Rabu Malam yang hanya diakhiri dengan foto bersama para pendukung partai SRI. (bhc/mdb).


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]