Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Bea Cukai Bandara Suta Bekuk 42 Penyelundup Narkoba
Friday 14 Oct 2011 15:41:07

Pelaku penyelundup narkoba yang tertangkap Bea Cukai Bandara Suta, Tangerang, Banten (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Aparat Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Januari-Oktober 2011 ini, telah berhasil membekuk 42 pelaku penyelundupan narkoba. Dari jumlah pelaku itu, sebagian besar berkewarganegaraan Iran. Posisi selanjutnya menyusul warga negara Malaysia.

"Dari 42 pelaku, masing-masing 11 pelaku berkewarganegaraan Iran, disusul Malaysia sbanyak enam orang , Indonesia enam orang dan India tiga orang. Sedangkan Ingris, Nigeria, Cina dan Taiwan masing-masing dua pelaku,” kata Kasie Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo kepada wartawan di Tangerang, Banten, Jumat (14/10).

Selain itu, lanjut dia, ada pula pelaku berkewarganegaraan Jerman, Swedia, Francis, Philipina, Kenya, Portugis dan Italia, yakni masing-masingnya satu orang. Pihaknya telah meneruskan kasus ini kepada instansi berwenang untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku. “Penanganan kasus ini selanjutnya, kami serahkan kepada BNN (Badan Narkotika Nasional-red),” jelas dia.

Menurut dia, dari puluhan penyelundup naroba tersebut, pihaknya mengamankan narkoba senilai kurang lebih Rp 134,8 miliar. Rinciannya, untuk jenis shabu seberat 68.615 gram, ketamin 31.944 gram, kokain 108 gram, heroin 545 gram, morfin 158 gram, ekstasi sebanyak 10.330 butir dan happy five 430 butir.

"Total dari upaya penyelundupan itu, 101.430 gram dan 10.760 butir. Tapi yang paling banyak penyelundupnya adalah membawa shabu, yakni 29 kasus, ketamin lima kasus, Kokain, Ekstasi dan Happy five masing-masing dua kasus. Sedangkan meroin dan morfin masing-masing satu kasus," ungkap Gatot Sugeng.

Mengenai modusnya, ia menjelaskan, puluhan penyelundup tersebut menggunakan bermacam modus yang paling banyak dengan modus False Concealment (menyimpan dalam koper) 20 kasus, False Declarations 10 kasus, swallower (ditelan) 10 kasus, dan body strapping (disembunyikan pada pakaian dalam) dua kasus. “Para pelaku dijerat dengan UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dan Psikotropika serta UU Nomor 12/1951 yang rata-rata terancam hukuman mati,” imbuh dia.(kpc/mry)


 
Berita Terkait Narkoba
 
• Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
 
• Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
• BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
• 2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
• Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]