Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Google
Batasan 'Attachment' Incoming Mail Gmail Naik 2 Kali Lipat
2017-03-04 09:50:42

Ilustrasi. simbol Gmail.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Layanan Gmail besutan Google selama ini membatasi ukuran file attachment yang bisa diterima lewat e-mail maksimal sebesar 25 megabyte.

Belakangan, raksasa internet tersebut diketahui meningkatkan batasan itu hingga menjadi dua kali lipat lebih besar.

"Mulai hari ini (1 Maret 2017), Anda akan bisa menerima e-mail berukuran hingga 50 megabyte secara langsung," tulis Google dalam sebuah posting blog berisi pengumuman.

Meski demikian, peningkatan batas ukuran file attachment dimaksud hanya berlaku untuk e-mail masuk saja (incoming mail).

Batas attachment yang bisa dikirim lewat Gmail tetap bertahan di angka 25 megabyte seperti sebelumnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Digital Trends, Sabtu (4/3).

Artinya, pengguna mesti menggunakan provider e-mail lain yang apabila ingin mengirim attachment berukuran lebih dari 25 megabyte.

"Batasan ukuran file yang dikirim tetap 25 megabyte. Anda bisa juga memakai Google Drive untuk mengirim attachment yang lebih besar," lanjut Google.

Google Drive mendukung ukuran file hingga 5 terabyte. Layanan ini akan otomatis digunakan saat pengguna Gmail ingin mengirim attachment berukuran lebih dari 25 megabyte.

Perlu ditambahkan bahwa batasan 25 megabyte dan 50 megabyte untuk incoming mail berlaku untuk ukuran total dari seluruh file attachment dalam sebuah e-mail.(oik/kompas/bh/sya)


 
Berita Terkait Google
 
• 10 Cara Mengatasi Penyimpanan Gmail Penuh dengan Mudah dan Praktis
 
• Google Didenda 2,5 Triliun Rupiah Atas Dugaan Monopoli Pasar di Korea Selatan
 
• Pembaharuan Fungsi Google Maps Live View untuk Pengemudi
 
• Google Meet Hadir di Gmail, Ini Manfaatnya
 
• Google Sarankan Jangan Gunakan Browser Microsoft Edge
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]