Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Inggris
Bank UBS Didenda Hampir US$ 50 Juta
Tuesday 27 Nov 2012 12:57:17

Logo Bank UBS.(Foto: Ist)
INGGRIS, Berita HUKUM - Pengawas keuangan Inggris menjatuhkan denda US$ 48 juta kepada bank Swiss UBS atas kegagalan bank yang memungkinkan seorang pialang di London beroperasi jauh melampaui kewenangan.

Kegagalan bank menyebabkan seorang pialang, Kweku Adoboli, beroperasi di luar batas sehingga menimbulkan kerugian sebesar US$ 2,3 miliar.

Ketika mengumumkan denda pada Senin (26/11), Direktur Otoritas Jasa Keuangan Tracey McDermott mengatakan pengaturan risiko di bank Swiss itu sangat tidak berfungsi.

"Kegagalan seperti ini di perusahaan sebesar itu dan semapan itu tidak hanya merusak perusahaan yang terlibat tetapi juga merusak kepercayaan secara umum tentang integritas pasar dan sistem keuangan," kata McDermott.

Kweku Adoboli, seorang pialang di UBS London, pekan lalu dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun. Dia mengaku melakukan transaksi melebihi jumlah yang ditetapkan.

Dalam pernyataannya, UBS menyatakan telah menempuh sejumlah langkah untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Sementara itu regulator keuangan Swiss (FINMA) mengumumkan kajian tentang kemungkinan UBS diminta untuk menaikkan modal guna mendukung risiko-risiko operasionalnya.

FINMA juga melarang UBS untuk melakukan pengambilalihan kepemilikan perusahaan baru.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Inggris
 
• Rishi Sunak: Siapa Dia dan Mengapa Dia Mau Menjadi Perdana Menteri Inggris Sekarang?
 
• Skandal Pesta dan Pelecehan Seksual di Balik Mundurnya PM Inggris Boris Johnson
 
• Brexit: Inggris Akhirnya Resmi Meninggalkan Uni Eropa
 
• Pemilu Inggris: Bagaimana Boris Johnson Meraih Kemenangan Terbesar dalam 3 Dekade
 
• Boris Johnson Menjadi PM Inggris dengan Dukungan Suara Kurang dari 0,34% Pemilih
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]