Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Argentina
Banjir Bandang Hantam Argentina, 52 Orang Meninggal Dunia
Friday 05 Apr 2013 00:55:25

Penjaga pantai Argentina saat mengevakuasi dua perempuan dari wilayah mereka yang terendam banjir di LaPlata Rabu (3/4).(Foto: Ist)
ARGENTINA, Berita HUKUM - Banjir bandang di Argentina menewaskan sedikitnya 52 orang dan memaksa sekitar 1.500 warga mengungsi ke Kota La Plata, Provinsi Buenos Aires.

Sejumlah orang, ujar Gubernur Daniel Scioli kepada wartawan, Rabu (3/4) tenggelam setelah mereka terperangkap di dalam mobilnya atau meniti jalan di jalanan kota ketika air bah menerjang pada Selasa malam waktu setempat, 3 April 2013.

Akibat hantaman banjir, enam orang dikabarkan tewas saat itu juga di Buenos Aires, berjarak 60 kilometer sebelah barat laut La Plata. Banyak orang naik ke atap rumah di tengah hujan lebat disertai badai. Air terus masuk ke dalam rumah melalui saluran air di dapur dan lantai kamar mandi serta jendela rumah.

"Hujan lebat turun pada petang hari dan menimbulkan banjir," kata Augustina Garcia Orsi, mahasiswa berusia 25 tahun. "Saya panik. Dalam dua detik air sudah sampai ke lutut. Air datang dari saluran dan aku tak bisa melakukan apa-apa," ujarnya.

Media setempat melaporkan, curah hujan mencapai 300-400 milimeter dalam waktu dua jam menyebabkan banjir di La Plata dan daerah sekitarnya. Presiden Cristina Kirchner semasa anak-anak tumbuh di La Plata bersama ibunya, Ofella Wilhem yang kini masih tinggal di sana di sebuah rumah berlantai dua.

"Di rumah ibu tak ada listrik dan gas, tetapi beliau tidak ingin meninggalkan rumah sebab air sudah di depan pintu dan takut terjadi hujan lebat lagi," kata Kirchner kepada wartawan.

Otoritas Argentina mengatakan, sekitar 2.500 orang belum bisa kembali ke rumahnya, mereka masih menunggu banjir surut dan berada di tempat penampungan sementara.

Seperti dikutip dari voaindonesia.com, setelah menyaksikan langsung kerusakan di LaPlata, Rabu (3/4), Presiden Argentina Christina Fernandez memerintahkan pengadaan patroli polisi yang lebih banyak untuk melindungi warga dan properti mereka.

Presiden Fernandez juga menjanjikan bantuan untuk mengidentifikasi para korban. Palang Merah Argentina membantu warga yang terpaksa mengungsi dengan berbagai kebutuhan darurat.(dbs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Argentina
 
Argentina Ditimpa Krisis, IMF Siap Gelontorkan Dana Talangan Rp851 Triliun
 
Jaksa Argentina Ditemukan Tewas Ditembak
 
Pekerja Transportasi Mogok, Argentina Lumpuh
 
Banjir Bandang Hantam Argentina, 52 Orang Meninggal Dunia
 
Polisi Argentina Bongkar Jaringan Pedofilia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]