Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Wisma Atlet
Banding Vonis Angie, KPK Optimistis Sukses
Wednesday 16 Jan 2013 22:10:31

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.(Foto: BeritaHUKUM.com/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) optimistis akan menuai hasil positif terkait bandingnya terhadap vonis Angie. Pihaknya sudah menyaipkan memori banding, untuk itu KPK mengklaim akan mendapat hasil positif saat pihaknya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi terkait vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Tipikor kepada pemilik nama lengkap Angelina Patricia Pingkan Sondakh alias Angie terdakwa kasus Wisma Atlet itu.

Keoptimisan itu disamapaikan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi SP. KPK menuntut Angie dengan pasal 12 dengan kurungan penjara 12 tahun, serta pasal 18, dimana Angie diminta mengembalikan uang yang telah ia dapat dari hasil korupsi. Tapi sayang, upaya untuk memberikan efek jera pada koruptor dalam hal ini adalah Angie pupus. Hal itu setelah Majelis Hakim memvonis Angie dengan pasal 11 hukuman 4 tahun 6 bulan penjara.

"Upaya lain KPK untuk merampas aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi itu bisa dikabulkan," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, dikantornya, Jakarta, Rabu (16/1). Angie diyakini menikmati hasi suap sebesar Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dollar Amerika yang diterimanya secara tunai dari Grup Permai untuk menggiring proyek Kemendiknas.

Namun hakim menjeratnya dengan pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. Pasal ini memuat ancaman hukuman maksimalnya hanya lima tahun penjara. Tentu vonis ini jauh dari tuntutan JPU.

KPK secara resmi telah memutuskan banding kepada Pengadilan Tinggi terkait itu. Pihaknya tengah sibuk mempersiapkan memori banding untuk dibawa ke Pengadilan Tinggi. Menurutnya, ada dua hal yang menguatkan KPK mengajukan banding. Dua hal itu adalah pasal 12 dan pasal 18. "Kita masih yakin bukti-bukti yang dihadirkan ke persidangan," tambah Johan.

Tidak hanya KPK yang menyatakan banding, Angie yang sebelumnya masih ragu akhirnya juga mengajukan banding. Pada persidangan lalu, tepatnya Kamis (10/1) hakim memberikan tenggat waktu 7 hari untuk memutuskan banding. Itu berarti tenggat waktu akan berakhir besok, Kamis (17/1).(bhc/din)


 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
• Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
• Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
• Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
• Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
• KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]