Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Energi Alternatif
Bali Harus Kembangkan ListriK dari Potensi Panas Bumi
Friday 16 Dec 2011 01:22:47

Kawasan Bedugul memiliki potensi panas bumi untuk pengembangan kebutuhan listri Bali (Foto: Ist)
DENPASAR (BeritaHUKUM.com) – Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) Bedugul di Kabupaten Tabanan, Bali, diprediksi akan mampu memproduksi listrik mencapai 165 megawatt. Tingginya potensi energi listrik ini, diperkirakan akan mampu memenuhi tingginya kebutuhan listrik di pulau wisata tersebut.

Penegasan ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik kepada wartawan di Denpasar, Bali, Kamis (15/12). Menurutnya, jika Geothermal Bedugul mampu dikembangkan, maka akan memberi tambahan cadangan listrik bagi Bali. Apalagi pada 2017 mendatang Bali akan membutuhkan pasokan listrik mecapai 1.000 megawatt.

“Saya melihat di Bali saat ini diperlukan 600 megawatt. Ke depan diperlukan hampir lebih 1.000 megawatt. Sekarang 4.00 megawatt dibangkitkan di Bali dan 200 dari Jawa dengan kabel yang kadang-kadang bisa terganggu dan kalau sudah terganggu pasti mati listriknya,” jelas mantan Menbudpar ini.

Wacik juga mengakui banyak tantangan dalam pengembangan Geothermal Bedugul. Salah satu hambatan adalah adanya pihak-pihak yang menolak pengembangan Geothermal Bedugul dengan alasan merusak kelestarian hutan hingga alasan kawasan suci. Padahal, semua itu tidak sepenuhnya benar.

“Kita harus melihat bahwa suplai listrik melalui kabel bawah laut sangat riskan dan sewaktu-waktu bisa menyebabkan pasokan listri dari Jawa terganggu. Jika demikian, Bali bisa gelap gulita dan perlu waktu untuk memperbakinya,” jelas dia.(beb/sut)


 
Berita Terkait Energi Alternatif
 
• Prabowo-Sandi Siapkan Strategi Dorongan Besar Wujudkan Kedaulatan Energi
 
• Harga Energi Baru Terbarukan (EBT) Masih Relatif Mahal
 
• DPR Minta Negara Produsen Minyak Kembangkan Energi Ramah Lingkungan
 
• Aturan Energi Bersih Mesti Adil
 
• Ada 9 Pembangkit Senilai Rp20,6 Triliun Segera Teken Jual Beli Listrik ke PLN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]