Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Fahri Hamzah
Bahas Masalah Kebangsaan, Fahri Hamzah Temui Gubernur Sulsel
2017-05-17 10:05:40

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.(Foto: Sofyan/od)
MAKASSAR, Berita HUKUM - Perkembangan politik hingga permasalahan kebangsaan menjadi topik utama pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Hadir juga dalam pertemuan ini, Sekda Provinsi Sulsel.

Bertempat di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (12/5), Fahri menyampaikan kekhawatirannya tentang kondisi bangsa yang menjurus pada disintegrasi akibat polarisasi politik dan adu domba isu.

"Tugas para pemimpin daerah, seperti Gubernur dan Bupati serta Walikota adalah menyehatkan situasi. Agar kondisi daerah tak bergejolak," imbuh Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra itu.

Fahri dan Syahrul pun sepakat bahwa pemimpin nasional harus memberikan teladan pada rakyat. Selain itu, harus bisa mengayomi seluruh kepentingan.

"Dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang ujungnya akan merugikan rakyat karena kepentingan rakyat terabaikan," imbuh politisi asal dapil Nusa Tenggara Barat itu.

Hal lain yang juga dibicarakan yaitu terkait masalah perimbangan keuangan pusat dan daerah. Pasalnya ada beberapa masalah krusial yang harus diselesaikan dengan cepat seperti pergeseran kewenangan di tingkat daerah, gaji guru honor yang merupakan imbas dari ketidakjelasan kebijakan pusat dan daerah, serta beberapa isu lainnya.(sf/sc/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Fahri Hamzah
 
Tegur Dahnil, Fahri Hamzah: Bro, Jangan Seret Pak Prabowo Ke Isu Kecil
 
Fahri Hamzah Sarankan Presiden Bentuk Perppu Perlindungan Data Penduduk
 
Kivlan Zen Batal Dicekal, Fahri Hamzah: Bukti Hukum Kita Diatur Segelintir Orang
 
Jika Prabowo Menang, Fahri Usul SBY dan Amien Rais Jadi Menteri Senior
 
Terlalu Cepat Definisikan Pahlawan dengan Pengertian Baru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]