Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Badai
Badai Pam Hancurkan 90% Rumah di Vanuatu
Sunday 15 Mar 2015 12:09:58

Tingkat kerusakan yang sesungguhnya mungkin baru akan diketahui dalam beberapa hari, kata Oxfam.(Foto: Istimewa)
VANUATU, Berita HUKUM - Angin siklon yang menerjang Vanuatu menghancurkan 90% rumah di ibukota negara kepulauan Pasifik itu, Port Vila, seperti dilaporkan badan amal Oxfam. Seorang juru bicara Organisasi Palang Merah mendeskripsikan situasi di lokasi bencana seperti 'kiamat', dan di beberapa kawasan, seluruh desa habis disapu badai.

Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia tetapi jumlah pasti korban tewas dikhawatirkan akan meningkat setelah tim penolong tiba di lokasi terluar pulau itu.

Ribuan orang tinggal di barak pengungsian.

Oxfam Australia mengatakan bencana ini meluluhlantakkan seluruh sendi sendi kehidupan.

Badai kategori lima dengan angin berkecepatan 270 km/jam itu, keluar dari jalur yang diperkirakan dan menghantam kawasan padat penduduk pada Jumat malam.

Populasi Vanuatu yaitu 267.000 orang tersebar di lebih dari 65 pulau dan 47.000 diantaranya tinggal di Port Vila.

Badai Pam menerjang bagian selatan Samudera Pasifik sehingga menyebabkan kerusakan parah di negara kepulauan Vanuatu.

Sejumlah petugas badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga bantuan asing lainnya mengatakan badai berkekuatan 270 kilometer per jam tersebut berpotensi menewaskan lusinan orang.

Chloe Morrison, seorang petugas komunikasi lembaga World Vision di Port Vila, mengatakan angin kencang telah mengangkat atap-atap rumah, pepohonan, dan tiang listrik.

“Di luar masih sangat berbahaya. Sebagian besar orang berlindung di dalam rumah. Kerusakannya sangat luas di Port Vila, namun ada sejumlah pulau lain yang lebih rentan,” ujarnya.

Direktur eksekutif Unicef di Selandia Baru memperingatkan Badai Pam amat mungkin menjadi badai terburuk di kawasan itu.

“Memang terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, laporan-laporan awal mengindikasikan bahwa bencana cuaca ini boleh jadi yang terburuk sepanjang sejarah Pasifik,” kata Direktur Eksekutif Unicef Selandia Baru, Vivien Maidaborn.

Puluhan tewas

Lembaga Koordinasi Bantuan Kemanusiaan PBB (UNOCHA) menyatakan sebanyak 44 orang tewas di Provinsi Penama, bagian timur laut Vanuatu. Namun, lanjut lembaga itu, laporan itu masih harus dikonfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan pihaknya siap mengirim tim tanggap darurat ke Vanuatu jika diperlukan.

“Ada angin, hujan, banjir, longsor, air pasang, dan badai yang sangat merusak. Kami masih meninjau situasi, namun kami bersiap membantu,” kata Bishop.

Terletak di bagian timur Australia, Vanuatu ialah negara berpopulasi 267.000 orang yang tersebar di 65 pulau. Sebanyak 47.000 di antara mereka bermukim di ibu kota Port Vila.

Sebelum menerjang Vanuatu, Badai Pam terlebih dahulu melanda sejumlah negara di Pasifik, termasuk Kiribati dan Kepulauan Solomon.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Badai
 
Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
 
Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
 
10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
 
Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
 
Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]