Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
BRIN
BRIN Harus Bergerak Cepat Antisipasi Penyebaran Virus Corona
2020-02-11 07:18:54

Ilustrasi. Sudah 1.016 orang telah meninggal karena #coronavirus di Cina pada 10 Februari 2020.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera berkoordinasi dengan Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menyelidiki kemungkinan penularan virus dari Wuhan ini di Indonesia.

Dalam rilisnya yang diterima Parlementaria, Senin (10/2), politisi Fraksi PKS ini menjelaskan, untuk menyikapi kian meluasnya penyebaran virus Corona, BRIN harus bergerak cepat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang disebabkan virus tersebut. Meski hingga saat ini di Indonesia belum ditemukan terduga penderita virus Corona tapi Pemerintah dalam hal ini BRIN perlu ekstra ketat memonitor penyebaran virus mematikan ini.

Mulyanto mengingatkan, Indonesia sangat beresiko tertular virus Corona. Sebab, secara geografis posisi Indonesia berada di wilayah negara-negara yang sudah terpapar virus Corona. Selain itu intensitas impor barang dari China patut diwaspadai sebagai salah satu sumber sebaran virus Corona. "Bukan kita paranoid. Namun jangan sampai kita terlambat mengantisipasi penyebaran virus ini di Indonesia," ujar Mulyanto.

Ia berharap pemerintah tidak cepat puas dan terlena dengan laporan yang menyebut Indonesia tidak ditemukan terduga penderita virus Corona. Bisa jadi fakta di lapangan berbeda. karena teknologi pendeteksi penyebaran virus ini masih lemah. Sehingga akurasi dan ketepatan teknologi serta SOP deteksi dan pemantauan penyebaran virus Corona menjadi penting diperhatikan.

"Pemerintah harus segera mendayagunakan seluruh sumberdaya IPTEK strategis untuk ikut mengantisipasi perluasan penyebaran virus corona di Indonesia. Pemerintah perlu segera meminta BRIN mengkordinasikan LBM Eijkman dan Balitbang Kemenkes melakukan pemantauan penyebaran virus ini. Dengan kata lain, pemerintah harus kerja cepat agar masyarakat aman," tegasnya.(ayu/es/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait BRIN
 
• Legislator Dukung Usulan Peningkatan Anggaran Riset Guna Majukan Iklim Riset Indonesia
 
• Ribuan Enumerator BRIN Mundur, Kembalikan Tupoksi Riset ke Instansi Asal
 
• Pemerintah Diharap Tidak Paksakan Lebur Semua Lembaga Penelitian ke BRIN
 
• Harkitnas 2021, Ahmad Basarah Berharap ke Depan BRIN Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bangsa
 
• Komisi VII Minta Presiden Tegur Dua Menteri terkait Pembentukan BRIN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]