Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
BNPT
BNPT Cegah Terorisme, Lewat Dunia Maya
Friday 06 Mar 2015 00:29:52

Dialog Damai Pencegahan Terorisme Dalam Dunia Maya, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis(5/3).
JAKARTA, Berita HUKUM - Banyaknya para pelaku teroris memanfaatkan dunia maya sebagai jalur propaganda membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merintis program antisipasi. Program yang diberi nama 'Tahun Damai di Dunia Maya' tersebut dilakukan guna menahan gempuran propaganda teroris melalui internet.

“Kita lihat masalah krusial saat ini adalah propaganda teroris melalui dunia maya, sehingga kita gagas program nasional ‘Tahun Damai di Dunia Maya’. Saat ini perkembangan website teroris dari tahun 1998 berkembang pesat dan menyasar generasi muda,” kata Deputi 1 Bidang Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam pernyataannya, pada Dialog Damai Pencegahan Terorisme Dalam Dunia Maya, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis(5/3).

Menurut data BNPT, pada tahun 2013 ada 2.650 website yang lakukan propaganda terorisme. Setahun kemudian sudah bertambah menjadi 9.800 website dan sebagian besar sulit diketahui identitasnya.

"Mereka (teroris) menjadikan internet untuk propaganda karena mudah diakses, tidak ada kontrol, punya audience yang luas, serta tidak bisa diketahui identitasnya. Internet bisa jadi source pemberitaan para jurnalis. Inilah yang akan kita lawan dengan membangun suasana damai di dunia maya,” kata Agus.

BNPT lanjut Agus sudah mempunyai website sendiri untuk mencegah aksi terorisme di internet yakni damailahindonesiaku.com dan jalandamai.org.

Lebih jauh, Agus menjelaskan contoh nyata teroris di dunia maya adalah langkah teroris baru Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menjadikan dunia maya sebagai alat utama dalam menyebarkan ajaran dan merekrut anggota dari kalangan anak muda dan terpelajar. Data dari Studi Agama Universitas Surya, yang menemukan bahwa 78 persen mahasiswa sains dan teknologi mengikuti akun beridentitas Islam.

Menurutnya, masuknya teroris di dunia internet ini bisa membahayakan, karena banyak anak muda yang jiwanya masih labil bisa disusupi pemikiran-pemikiran anarkis. Maraknya smartphone yang ada makin mempermudah teroris menjangkau anak muda yang mayoritas telah memiliki gadget.

"Kenapa media online, karena mudah diakses, tidak ada kontrol, audience nya luas, kecepatan informasi. Inilah yang saat ini dimanfaatkan para teroris," jelasnya.

Dia berharap, untuk mengantisipasi adanya pengembangan jaringan teroris di Indonesia, sebaiknya pemerintah melalui Kemenkominfo harus bekerja lebih keras lagi, untuk menguatkan peran cyber police dan cyber army harus di dunia maya.

"Penutupan akun dapat dilakukan oleh Youtube, Twitter, Facebook, terhadap aktivitas terorisme global oleh pemerintah," pungkasnya.

Selain menyerukan pencegahan di dunia internet. Agus menjelaskan telah membuat beberapa program pencegahan agar Indonesia tidak menjadi sarang teroris.(bhc/yun)


 
Berita Terkait BNPT
 
Berpotensi Ciptakan Konflik Horizontal, Muhammadiyah Berharap BNPT Batalkan Wacana Mengontrol Tempat Ibadah
 
Boy Rafli Amar Resmi Jabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT
 
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
 
PP Muhammadiyah Usulkan BNPT Diganti Komisi
 
Teladani Figur Hamka Hadapi Dinamika Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]