JAKARTA, Berita HUKUM - Bertempat di Hotel Raffles, telah Imam Teguh Saptono (Direktur Bisnis BNI Syariah), Mirza Budiawan (Vice President PT. Telkomsel), pihak agregator yaitu PT. Finnet dan PT. Tiphone Indonesia, dan mitra perbankan lainnya. Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Telkomsel, BNI Syariah, dan Finnet (mitra agregator). Penandatanganan ini dihadiri oleh Imam Teguh Saptono (Direktur Bisnis BNI Syariah), Mirza Budiawan (Vice President PT. Telkomsel), pihak agregator yaitu PT. Finnet dan PT. Tiphone Indonesia, dan mitra perbankan lainnya.
Telkomsel mengajak para mitra perbankan termasuk BNI Syariah untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada customer. Melalui kerja sama ini, diharapkan BNI Syariah dapat turut menyediakan fasilitas kepada nasabah, khususnya dalam mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pembelian pulsa maupun pembayaran tagihan Telkomsel. Dengan channel maupun fitur yang dimiliki oleh BNI Syariah, nasabah tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan transaksi tersebut.
”BNI Syariah memiliki ATM, SMS Banking, Internet Banking, maupun Phone Banking yang dapat membantu nasabah dalam melakukan transaksi keuangan seperti transfer antar rekening/bank, pembelian pulsa, dll. maupun transaksi non keuangan seperti cek saldo, cek mutasi rekening, dll. sehinga nasabah dapat bertransaksi di mana saja dan kapan saja” tutur Imam Teguh Saptono, Direktur Bisnis BNI Syariah.
Kinerja BNI Syariah Triwulan 2 tahun 2015
Kinerja BNI Syariah triwulan kedua tahun 2015 berjalan baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 20,19 % YOY, yaitu meningkat Rp 3,37 T, dari sebelumnya Rp 17,35 T (Juni 2014) menjadi Rp 20,85 T (Juni 2015). Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,24 % YOY menjadi Rp 16,74 T dimana periode sebelumnya pembiayaan mencapai Rp 13,37.
Dari total pembiayaan sebesar Rp 16,74 T sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,17%. Kemudian diikuti oleh pembiayaan produktif UKM 22,07%, selanjutnya disusul oleh pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,3%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,29%.
Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 28,22 % YOY dari semula Rp 13,51 T menjadi Rp 17,32 T dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 46,86 %.
Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana NPF sebesar 2,42%.(bh/yun)
|