JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia WOW Brand 2015 kembali digelar sebagai rangkaian penghargaan untuk merek - merek yang dinilai WOW dari berbagai industri. Acara di gelar di Raffles Hotel Jakarta, Jumat (11/9).
Penghargaan ini merupakan bagian dari penerapan diberikan untuk beberapa sektor industri diantaranya communication, high - tech and media ; consumer, healthcare, product & services ; automotive, transportation, logistic, retail, mortgage consumer good di tahun 2015. Acara tersebut dihadiri CEO and Founder Markplus.Inc, Kepala Departemen Penilaian Perbankan OJK, serta petinggi industri keuangan Syariah.
Riset Indonesia WOW Brand 2015 ini melibatkan 1.350 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Para responden dipilih secara random pada umur 20 - 50 an. Riset ini bertujuan untuk mengetahui customer path berdasarkan advocacy ratio terhadap industri financial services.
Penghargaan kategori WOW Brand Champion 2015 Award : Financial Services Industry dikategorikan untuk industri perbankan, asuransi maupun lembaga pinjaman. Dimana penilaian dilakukan menggunakan konsep 5 A yakni aware, appeal, ask, act dan advocate.
Tahun 2015 ini, BNI Syariah kembali mendapatkan kepercayaan dengan memperoleh dua kategori Gold Champion of Indonesia WOW Brand 2015 Category Time Deposit- Islamic Bank Category Saving Account - Islamic Bank.
“Alhamdulillah, atas kepercayaan yang diberikan kepada BNI Syariah semoga dengan apresiasi penghargaan ini kami dapat terus berinovasi dalam produk - produk ib Hasanah sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasabah” ujar Bpk Junaidi Hisom, Direktur Operasional BNI Syariah.
Kinerja BNI Syariah Triwulan 2 tahun 2015
Kinerja BNI Syariah triwulan kedua tahun 2015 berjalan baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 20,19 % YOY, yaitu meningkat Rp 3,37 T, dari sebelumnya Rp 17,35 T (Juni 2014) menjadi Rp 20,85 T (Juni 2015). Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,24 % YOY menjadi Rp 16,74 T dimana periode sebelumnya pembiayaan mencapai Rp 13,37.
Dari total pembiayaan sebesar Rp 16,74 T sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,17%. Kemudian diikuti oleh pembiayaan produktif UKM 22,07%, selanjutnya disusul oleh pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,3%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,29%.
Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 28,22 % YOY dari semula Rp 13,51 T menjadi Rp 17,32 T dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 46,86 %.
Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana NPF sebesar 2,42%.(bh/yun)
|