Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
BMKG
BMKG Prediksi Kemarau Mulai Bulan April
Wednesday 04 Mar 2015 23:15:04

Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam jumpa pers di gedung BMKG, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).(Foto: BH/yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Indonesia pada tahun ini, secara umum akan mulai terjadi pada Bulan April. Namun permulaan musim kemarau berbeda-beda untuk setiap wilayah.

Menurut peta BMKG, Indonesia memiliki 342 zona musim. Di mana masing-masing zona memiliki karakteristik cuaca yang berbeda-beda.

"Awal musim kemarau 2015 di sebagian besar daerah diperkirakan pada Bulan April, Mei dan Juni," kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya, dalam jumpa pers di gedung BMKG, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Andi menjelaskan, pada bulan Maret wilayah-wilayah yang mulai memasuki musim kemarau antara lain Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian utara seperti wilayah Nunukan hingga Sulawesi bagian utara seperti Ternate. Curah hujan di kawasan tersebut cukup rendah yaitu kurang dari 150 mm.

Kemudian pada Bulan April, wilayah yang mengalami curah hujan kurang dari 150 mm semakin berkembang, yaitu hingga Bali, NTT dan NTB. Sulawesi Selatan seperti Makassar dan bagian selatannya juga mulai memasuki musim kemarau.

Menurut Andi, puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan September, dimana seluruh wilayah curah hujannya akan sangat minim.

"Yang dikawatirkan tetunya potensi kebakaran hutan saat kemarau. Untuk itu. BMKG menyediakan data wilayah kering yang potensial mudah terbakar", ungkapnya.

BMKG juga meminta masyarakat untuk waspada terjadi mulai angin kencang, puting beliung, hujan es pada saat transisi di bulan Maret ini.

Kemudian pada Bulan Juni, hampir seluruh wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun pada bulan-bulan tersebut, beberapa wilayah seperti Sumatera, curah hujan kembali naik Jakarta Terendam Banjir.

"Artinya hujannya semakin tinggi lagi dari utara ke bagian timur Indonesia," ucap Andi.

Dibandingkan dengan rata-rata musim kemarau pada 30 tahun terakhir, kemarau tahun ini diperkirakan sama. Sebagian wilayah yaitu sekitar 35% mengalami musim kemarau lebih cepat dan 32,5% wilayah di Indonesia lebih lambat.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Widada Sulistya menjelaskan, musim kemarau akan mulai merata pada Bulan Juni. Kemudian puncak kemarau akan terasa pada Bulan September.

"Kapan kemarau terasa, yaitu diujung September ketika sudah beberapa bulan tidak terasa hujan," tutupnya.(bhc/yun)


 
Berita Terkait BMKG
 
BMKG: Awan Tebal Memanjang di Meulaboh Aceh Murni Akibat Dinamika Atmosfer, Tak Ada Kaitan Mistis
 
Luncurkan Pemutakhiran Aplikasi Info BMKG, Dukung Asian Games dan Masyarakat Peduli Bencana
 
BMKG Menjadi Pilot Project Sistem Peringatan Dini Banjir Bandang di Asia Tenggara dan Pasifik
 
BMGK Luncurkan Aplikasi Baru Info Cuaca & Iklim, Bantu Pemudik Jelang Lebaran
 
Fenomena Equinox Merupakan Fenomena Alamiah dan Bukan seperti HeatWave
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]