Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Krisis Ekonomi
Awas, 'Penumpang Gelap' di Krisis Ekonomi
Wednesday 23 Sep 2015 03:24:05

Tampak para Pembicara; Irwan Suhanto (LKSN), Hari Purwanto (SDR), M Ikbal (BIMA), Tegar Putuhena (PB HMI), dan Karyono Wibowo (IPI) dengan Moderator Abdullah Kelrey (NII).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Karyono Wibowo salah seorang Peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) mengatakan bahwa, perlu waspada dengan adanya penumpang gelap dalam krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Penumpang gelap tersebut memanfaatkan krisis ekonomi untuk menyerang pemerintah.

"Krisis selalu ada penumpang gelap, baik dari kekuatan politik dalam negeri maupun kepentingan luar negeri atau asing," kata analisa Karyono Wibowo, di sesi diskusi kebangsaan yang bertema 'Memperkuat Nilai Kebangsaan dalam Mengantisipasi Dampak Krisis' yang di gelar di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta Pusat pada, Selasa (22/9).

"Sebagai peneliti pihaknya merasa miris dengan tingkah dan kelakukan para pengambil kebijakan ditengah penderitaan rakyat yang kian terhimpit," papar Karyono. Ditambah lagi, saat ekonomi Indonesia sedang terpuruk, sejumlah anggota DPR malahan meminta dinaikkannya tunjangan.

"Harusnya para pengambil kebijakan mengutamakan kepentingan rakyat (umum). Ini jelas melukai hati rakyat bila mereka minta dinaikkan tunjangannya. Inilah mental negeri ini," ungkapnya.

Selanjutnya, Karyono mengulas kebijakan paket September Pemerintahan Jokowi-JK yang belum maksimal mengatasi problem ekonomi yang dihadapi Indonesia. Faktanya, dollar makin naik dan rupiah kian terpuruk terus, apalagi sudah menyentuh angka Rp 14.700, "Sampai sekarang, untuk menekan dollar dan menguatkan mata uang rupiah juga belum mampu mengatasinya," jelasnya lagi.

Beliaupun menyatakan, elemen masyarakat perlu mengantisipasi dampak dari krisis ekonomi, mulai dari masalah PHK massal, gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kenaikan angka kriminalitas. Selain itu, "krisis ekonomi juga berdampak pada krisis sosial dan politik," ujarnya.

"Nah biasanya, krisis ekonomi berdampak pada krisis sosial dan politik. Seperti tahun '98, dampaknya pada krisis sosial politik dibawah rezim Soeharto yang membawa tumbangnya rezim," tandasnya.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Krisis Ekonomi
 
Waketum Gerindra: Indonesia Menuju Krisis Ekonomi, Sebaiknya Jokowi Jujur Saja
 
Awas, 'Penumpang Gelap' di Krisis Ekonomi
 
Mendorong Kebijakan Global Atas Perdagangan yang Adil Merespon Pertemuan WTO di Indonesia
 
Situasi Ekonomi Dunia dibayangi Ketidakpastian
 
Krisis Ekonomi Bisa Jatuhkan Rezim Penguasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]