Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Australia
Australia Tangkap Lima Penyelundupan Manusia
Thursday 29 Aug 2013 13:49:04

Perjalanan kapal pencari suaka ilegal dari Indonesia kerap berakhir dengan kecelakaan.(Foto: Ist)
AUSTRALIA, Berita HUKUM - Polisi Australia menangkap lima orang pria dalam kasus penyelundupan manusia, setelah penyelidikan selama 12 bulan.

Mereka adalah anggota kunci dari beberapa sindikat yang terlibat dalam perencanaan atau memfasilitasi 132 kapal pencari suaka tujuan Australia, kata polisi.

Tiga orang yang berkebangsaan Afghanistan, satu Iran dan satu Pakistan itu telah dituntut dan akan segera dihadirkan di pengadilan.

Australia mengatakan terjadi peningkatan jumlah kapal pencari suaka yang tiba di negara itu dalam beberapa bulan terakhir.

Kapal-kapal itu berangkat dari Indonesia dan mengangkut imigran gelap dari Iran, Afghanistan, Sri Lanka dan Irak.
Tujuan mereka adalah Pulau Christmas, wilayah Australia yang paling dekat dengan Indonesia.

Tetapi kapal itu biasanya adalah kapal kayu yang rapuh dan tidak didesain untuk perjalanan panjang atau untuk mengangkut banyak penumpang sehingga kecelakaan pun kerap terjadi.

Asisten Kepala Polisi Federal Australia Steve Lancaster menyebut kelima orang yang ditangkap sebagai "pemain inti di sindikat mereka."

"Penangkapan ini akan berdampak pada siapa saja yang terlibat dalam sindikat-sindikat ini, tidak ada keraguan lagi, dan kami menjamin akan ada lebih banyak penangkapan lagi," kata Lancaster.

Mereka yang ditangkap menghadapi ancaman hukuman 10 tahun dan denda A$110.000 (Rp1,1 miliar).(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Australia
 
Anthony Albanese Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Australia
 
Scott Morrison Jadi Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull Dilengserkan
 
Suhu Australia Tembus 50 Derajat Celsius 'Dalam Beberapa Dekade'
 
Angkatan Laut Australia Hentikan Kapal Penuh Senjata Api
 
Apa yang Membuat PM Australia Tony Abbott Dilengserkan?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]