Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Australia
Australia Berencana Beli 7 Pesawat Patroli
Sunday 16 Feb 2014 03:49:30

Pesawat jenis MQ-4C Triton.(Foto: Istimewa)
AUSTRALIA, Berita HUKUM - Australia berencana membeli tujuh pesawat tanpa awak berukuran besar dengan nilai sekitar A$3 miliar untuk membantu kegiatan patroli di wilayah perbatasan, demikian sebuah laporan pada Sabtu (15/2).

Pesawat tanpa awak dengan sayap selebar pesawat penumpang 737 akan digunakan militer untuk mendeteksi kapal dan pesawat musuh, menurut AFP.

Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa pesawat itu juga akan digunakan untuk mendeteksi nelayan ilegal atau kapal pencari suaka yang sering memasuki perairan Australia.

Menteri Pertahanan David Johnston akan merekomendasikan kepada kabinet bahwa rencana tersebut sudah melewati persetujuan pertama. Pesawat jenis MQ-4C Triton bisa patroli 40.000 mil persegi, kata laporan itu.

"Sebagai negara maritim, kemampuan dengan jenis cakupan seperti ini harus menjadi perhatian kita." kata Johnston WS, seperti dilansir AFP.

Militer terlibat

"Dengan demikian, pemerintah tertarik untuk mengeksplorasi cara menghemat biaya dengan melibatkan program khusus ini."

Pihak militer terlibat langsung dalam upaya pemulangan kembali kapal pencari suaka yang datang di perairan mereka.
Menghentikan arus masuk pencari suaka memang menjadi kebijakan utama pemerintah Tony Abbott sejak dia mulai memimpin tahun lalu.

Tindakan tegas Australia dinilai cukup berhasil karena tidak ada kapal yang datang dalam dua bulan terakhir.
Namun kebijakan itu telah membuat hubungan Australia dan Indonesia semakin keruh karena kebanyakan kapal yang ditolak malah terdampar ke perairan Indonesia.(BBC/AFP/bhc/sya)


 
Berita Terkait Australia
 
Anthony Albanese Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Australia
 
Scott Morrison Jadi Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull Dilengserkan
 
Suhu Australia Tembus 50 Derajat Celsius 'Dalam Beberapa Dekade'
 
Angkatan Laut Australia Hentikan Kapal Penuh Senjata Api
 
Apa yang Membuat PM Australia Tony Abbott Dilengserkan?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]