Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Aceh
Arun Jilid 1 Harus Menjadi Pelajaran Bagi Pemerintah dan Stake Holder di Aceh
Sunday 30 Nov 2014 00:13:44

Ilustrasi. Ratusan warga eks Blang Lancang dan Rancong berunjukrasa di depan pintu utama kantor PT Arun LNG, Lhokseumawe, Rabu (15/10) lalu.(Foto: BH/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Seiring dengan berakhirnya pengapalan terakhir PT Arun NGL pada tanggal 15 oktober 2014 lalu dengan Tujuan Korea Selatan. Praktis PT Arun NGL yang selama ini sebagai operator ekspor LNG dari Lhokseumawe di pastikan berhenti beroperasi.

Setelah berakhir pengoperasian perusahaan gas cair tersebut. Banyak Pekerjaan rumah yang harus di selesaikan, salah satunya ganti rugi perjanjian resettlement (permukiman baru) akibat tergusur pada saat pembangunan kilang Gas Arun. Pengapalan terakhir yang dilakukan oleh PT ARUN LNG mendapat demo dari masyarakat Blang Lancang Kecamatan Muara Satu yang menamakan diri Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) dalan rilis yang di kirim yang diterima redaksi di Jakarta dari Machfud Azhari Demisioner Himep fe, Kamis (27/11)

Hal ini sungguh ironi dimana perusahaan raksasa yang begerak di bidang migas harus meninggalkan pekerjaan rumah yang seperti itu, belum lagi angka kemiskinan yang bertahan di kabupaten kota yg dulunya di juluki Petro Dollar tambah Machfud.

Sejarah mencatat PT Arun NGL pada saat masa jayanya menjadi salah satu pengeskpor gas terbesar di dunia. Eskpor perdana LNG dilakukan 14 Oktober 1978 dan ekspor terakhir 15 Oktober 2014. Artinya selama sekitar 36 tahun PT Arun menginjakkan kaki di bumi Aceh, ungkap Machfud Azhari Demisioner Himep fe yang juga tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi pembangunan.

Alternatif baru

Muncul wacana baru yang mengejutkan bahwasanya arun yang dulunya memproduksi gas Cair kini beralih fungsi menjadi terminal gas. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagI pemerintah Aceh di tingkat 1 dan tingkat 2, walaupun dulunya Arun bergerak di pasar internasional dan sekarang di pasar domestik, moment ini harus di manfaatkan pemerintah sebagai alternative baru menjadikan kabupaten Aceh Utara dan Lhokseumawe sebagai kota petro dolar kembali, mohon Machfud.

Machfud Azhari sebagai salah seorang anak muda Aceh dan tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi pembangunan mengungkapkan, moment alih fungsi menjadi Terminal gas harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan juga para stake holder terutama sekali yang ada di Aceh, hal ini tentu menjadi pelajaran berharga setelah berakhirnya arun jilid pertama.

"Dengan dijadikannya terminal gas pemerintah dan stake holder bisa menghidupkan kembali industri industri yang pada gilirannya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, maka pelajaran Arun jilid pertama harus menjadi pendidkan berharga bagi kita semua," lanjut Machfud.

Sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dengan membangun kembali industry strategis untuk mengembalikan kejayaan di beberpa tahun silam, ujar Machfud, dalam rilisnya.(tag/bhc/sya)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]