Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Mobile
Aplikasi Mobile Menjadi Serangan Cyber Baru yang Menyerang Vektor: Phishing dan Malware
Wednesday 08 Aug 2012 01:31:29

Ilustrasi, Mobile apps (Foto: Ist)
AMERIKA, Berita HUKUM - Aplikasi mobile telah muncul sebagai vektor kejahatan serangan cyber baru untuk phishing dan malware, menurut RSA, divisi keamanan dari EMC.

Untuk mengatasi masalah ini, RSA telah memperkenalkan RSA FraudAction Anti Rogue, Layanan Aplikasi yang dapat mengidentifikasi dan mengambil tindakan terhadap aplikasi rouge ponsel yang di keluar untuk melayani malware atau serangan phishing.

Pelepasan aplikasi ini adalah waktu yang tepat seperti yang dilaporakan oleh TrendMicro TrendLabs yang menunjukkan indikasi bahwa jumlah aplikasi Android berbahaya melonjak lebih dari 20.000 pada Juli 2012. RSA juga mencatat sebuah laporan pada bulan April 2012 dari Intelligence Goode yang menunjukkan bahwa sekitar 71 persen organisasi, mengijinkan karyawan mereka untuk menggunakan perangkat mobile mereka sendiri untuk urusan bisnis perusahaan.

Layanan Baru RSA telah dirancang untuk memantau semua toko aplikasi utama, untuk semua sistem operasi mobile. Hal ini juga dapat mematikan aplikasi berbahaya yang memberikan berbagai manfaat seperti pengurangan kerugian pengguna akhir mandat, penipuan keuangan serta perusakan pada ekuitas merek organisasi '.

"Kami menemukan bahwa banyak Perusahaan yang menawarkan aplikasi mobile yang sah untuk digunakan untuk perbankan online, ritel, game dan fungsi lainnya walaupun aplikasi tersebut tidak siap dan sebagian besar tidak menyadari ancaman aplikasi mobile tersembunyi di toko aplikasi," kata Dan Schiappa, RSA wakil presiden senior, identitas & perlindungan data.

"Didorong oleh tim yang berpengalaman dari RSA anti-penipuan dan analisis, RSA Fraud Action Rogue Anti App dirancang untuk membantu organisasi-organisasi ini mengurangi kerugian dari penipuan," ujarnya.

Proaktif manajemen

RSA menawarkan kombinasi yang sangat berpengalaman dan ahli anti-penipuan, terbukti kepatutan ancaman dan deteksi infrastruktur yang diarahkan untuk membantu visibilitas keuntungan organisasi ke dalam lanskap aplikasi mobile.

Para FraudAction Anti RSA Rogue Layanan Aplikasi dapat secara proaktif mengelola risiko untuk bisnis dengan menyediakan visibilitas ke dalam ponsel aplikasi berbasis ancaman. Pendekatan proaktif membantu memastikan toko aplikasi online yang terus-menerus dipantau dan tindakan tepat waktu yang diambil terhadap ancaman nakal aplikasi mobile.

Segera tersedia di seluruh dunia, layanan ini akan menyediakan aplikasi pemantauan toko komprehensif untuk semua toko aplikasi utama (Apps Store).

"Meskipun upaya terbaik dari operator toko app untuk mengatur katalog mereka sendiri untuk aplikasi nakal, potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi Trojan menggunakan citra merek perusahaan tidak dapat diremehkan," kata Chris Hazelton, direktur riset, mobile & wireless, 451 Research.

"Pemantauan Aktif toko aplikasi akan membantu organisasi tetap berada di depan dari potensi ancaman aplikasi mobile yang memanfaatkan merek yang sah untuk menargetkan konsumen untuk distribusi malware dan phishing."(cso/ask/bhc/sya)


 
Berita Terkait Mobile
 
Aplikasi Mobile Menjadi Serangan Cyber Baru yang Menyerang Vektor: Phishing dan Malware
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]