Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Razia
Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat 'Ketupat 2018'
2018-06-06 11:30:41

JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 2018, Polri dan jajarannya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat 2018" pada Rabu (6/6). Apel yang digelar di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, dipimpin langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dalam kegiatan apel tersebut, bukan hanya jajaran kepolisian yang ikut serta, namun ada juga jajaran TNI dan instansi terkait.

Jenderal Tito menyebutkan Operasi Ketupat 2018 ini akan digelar selama 18 hari, mulai dari tanggal 7 Juni 2018 sampai dengan 24 Juni 2018. Dia menyebutkan ada empat hal yang menjadi fokus dalam operasi ini.

"Operasi ini ditargetkan pada empat hal, yang pertama adalah pengamanan arus mudik dan balik," ujar Tito saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Monas, Rabu (6/6).

Menurutnya, selama ini sudah banyak perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya infrastruktur dan dari hasil pengecekan relatif akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Kita nanti bekerja keras mengurai titik-titik macet dan menekan angka kecelakaan lalu lintas," ucapnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Tito, yaitu menstabilkan harga pangan, agar tidak terjadi inflasi dan tidak memberatkan masyarakat.

"Ketiga, operasi ini juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang akan kembali, dan mengantisipasi gangguan-gangguan, baik premanisme, kejahatan konvensional lain, copet dan jambret," imbuhnya.

Tito menegaskan, stasiun, terminal, pelabuhan dan bandara akan diberikan pengamanan secara bersama-sama, sehingga masyarakat yang mudik dan balik, terjamin keamanannya serta merasa nyaman.

Selanjutnya, TNI-Polri beserta pemerintah akan mengantisipasi adanya potensi bencana alam. "Ada letusan Gunung Merapi, dan kadang-kadang Sinabung, serta kemungkinan ombak tinggi di beberapa wilayah," kata Tito.

Menurutnya, personel TNI dan Polri juga siap, jika memang bencana terjadi di masa Operasi Ketupat 2018.

Kemudian yang terakhir, Tito menyampaikan, Operasi Ketupat 2018 juga bertujuan untuk mengamankan masyarakat dari potensi kejahatan terorisme.

"Operasi tetap dilaksanakan bersama, karena bagi para pelaku di Bulan Ramadan ini, sering kali juga melakukan aksi, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya" tutupnya.(bh/as)


 
Berita Terkait Razia
 
Operasi Patuh 2022 Resmi Digelar, 8 Jenis Pelanggaran Lalu Lintas Ini Prioritas Ditindak
 
Operasi Lilin Jaya 2021 Mulai Berlaku Hingga 2 Januari 2022
 
Operasi Zebra Jaya 2021 Kedepankan Edukasi Pelanggar
 
Dirlantas Polda Metro: Tilang GaGe Diberlakukan Mulai Besok 1 September
 
Operasi Zebra Polda Metro Jaya Gelar Aksi Simpatik, Bagikan Beras dan Masker di 5 Gerbang Tol
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]