Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Badai
Aparat Filipina Duga 10.000 Tewas Akibat Super Topan Haiyan
Sunday 10 Nov 2013 11:56:24

Kerusakan parah akibat Haiyan nyaris merata, terutama di Pulau Leyte ini.(Foto: @BBCBreaking)
FILIPINA, Berita HUKUM - Polisi di Filipina menduga sekitar 10 ribu orang kehilangan nyawa akibat sapuan topan terdahsyat dalam sejarah yang menimpa negeri itu, sejak Jumat (8/11). Salah satu badai Topan yang paling kuat di dunia dalam sejarah dari ruang angkasa.

Korban akibat topan Haiyan sejauh ini baru dikonfirmasi mencapai ratusan orang namun laporan-laporan terpisah dari berbagai daerah menyebut masing-masing kehilangan ribuan orang.

Polisi di Elmer Soria misalnya mengatakan pemerintah daerah di Pulau Leyte saja menduga korban di wilayah pulau itu mencapai 10.000 orang.

Ratusan ribuan jiwa lainnya terpaksa diungsikan.

Menteri Dalam Negeri Filipina Mar Roxas mengatakan skala upaya penyelamatan dan pemberian bantuannya akibat bencana ini sangat luar biasa besarnya.

Beberapa lokasi bencana dikabarkan bersisa menjadi kolam sampah dan lumpur serta reruntuhan bangunan.
Tecson Lim, pejabat kota Tacloban di timur laut Leyte, kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa jumlah korban di wilayahnya saja "bisa mencapai 10.000 jiwa".

Menuju Hanoi

Topan Hiayan, dengan hantaman yang menurut para ilmuwan merupakan yang terbesar dalam sejarah, menyapu enam pulau di Filipina Tengah pada hari Jumat.

Kementrian Pertahanan AS menyatakan menyediakan bantuan angkutan udara dan laut untuk membantu operasi kemanusiaan setempat.

Menteri Pertahanan Chuck Hagel menyatakan mengirim sejumlah pesawat helikopter, pesawat biasa dan perlengkapan penyelamatan lainnya setelah diminta oleh pemerintah Filipina.

Kapten John Andrews, Wakil Dirjen Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, mengatakan pada BBC bahwa ia sudah beberapa kali terbang rendah pasca bencana dan menyaksikan "kehancuran parah" di sejumlah daerah.
"Saya belum pernah lihat kerusakan separah ini," tambahanya.

"Di bandar udara, tak ada rangka bangunan tersisa, cuma dinding-dinding saja yang masih berdiri."
Berikutnya topan ganas ini diperkirakan akan melewati Vietnam, di mana puluhan ribuan orang juga sudah diungsikan.

Menurut Pusat Cuaca BBC, topan ini akan menghantam wilayah selatan Hanoi pada Senin (11/11) besok siang waktu setempat, namun kekuatannya sudah jauh berkurang dibanding besar sapuan di Filipina.

" Operasi penyelamatan sedang berlangsung. Kami berharap jumlah yang sangat tinggi kematian serta cedera," kata Menteri Dalam Negeri Mar Roxas setelah mengunjungi Tacloban , Sabtu. " Semua sistem , semua sisa kehidupan modern - komunikasi , listrik , air - semua turun Media sedang down , sehingga tidak ada cara untuk berkomunikasi dengan orang-orang dalam semacam massa dari jalan . . "(BBC/wtr/bhc/sya)


 
Berita Terkait Badai
 
Korban Tewas Akibat Tornado di AS Dikhawatirkan Melampaui 100 Orang
 
Bencana Siklon Seroja Hantam NTT, ISJN Galang Bantuan
 
10 Kereta Cepat Senilai Rp1,5 Triliun Jadi Besi Cacahan Akibat Tendam Banjir Topan Hagibis
 
Topan Lekima di China: 28 Orang Tewas dan Satu Juta Orang Mengungsi
 
Thailand Dihantam Pabuk, Badai Terburuk dalam Puluhan Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]