Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Banjir
Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor, Wakapolda Gorontalo Meminta BPBD Provinsi Buat Job Desk
2020-01-07 09:32:18

Wakapolda Gorontalo Kombes Pol. Drs. Jaya Subrianto Saat Memimpin Rapat Terkait Penanganan Bencana Alam. (Foto: BH /ra)
GORONTALO, Berita HUKUM - Dalam rangka mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor, pagi tadi pukul 11.00 Wita di ruang vicon Polda Gorontalo berlangsung kegiatan Video Conference yang dipimpin langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H yang diikuti oleh seluruh Polda se-Indonesia dengan menghadirkan instansi TNI, BPBD, Basarnas dan Dinas terkait di masing-masing Provinsi yang berhubungan langsung dalam penanganan masalah bencana alam di Daerah.

Wakapolda Gorontalo Kombes Pol. Drs. Jaya Subriyanto dalam pengarahannya usai Vicon meminta kepada BPBD untuk membuat Job Desk sebagai pedoman bagi instansi lainnya dalam penanganan bencana.

"Dalam hal penanganan bencana alam, untuk tingkat pusat sebagai leading sektornya adalah BNPB sedangkan ditingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota sebagai ujung tombaknya adalah BPBD, oleh karena itu agar terkoordinir dengan baik, siapa berbuat apa, maka saya harapkan BPBD Provinsi segera membuat Job Discribtion (Jobdesk) sebagai pedoman bagi Polri, TNI, Basarnas, maupun instansi terkait lainnya saat menghadapi bencana khususnya di Wilayah Provinsi Gorontalo, jika semuanya terkoordinir dengan baik, maka disaat nanti dihadapkan pada kondisi bencana, masing-masing sudah siap apa yang harus dikerjakan,"ujar Jaya.

Selain itu Jaya juga meminta dilakukan pergelaran perlengkapan penanggulangan bencana berikut dengan simulasi tanggap bencana sebagai wujud kesiapan personel dalam menghadapi bencana alam.

"Kita semua berharap semoga di Gorontalo tidak terjadi bencana alam sebagaimana yang terjadi di wilayah lain, akan tetapi kita harus mempersiapkan segala sesuatunya jika memang bencana itu datang, oleh karena itu perlu dilakukan penggelaran peralatan penanganan bencana alam, dan juga latihan simulasi, agar selain peralatan siap, personel yang mengawaki pun juga siap dan tahu apa yang harus dikerjakan pada keadaan bencana," kata Jaya Subrianto.

Sementara itu dari Kepala BPBD Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Bapak Isnandar mengatakan bahwa BPBD sudah menindak lanjuti hasil rapat ditingkat pusat terkait antisipasi penanganan bencana alam di Wilayah Provinsi Gorontalo.

"Beberapa waktu lalu Kepala BPBD telah diundang di Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi guna mengantisipasi penanganan bencana alam, dan hal itu sudah kita tindak lanjuti dengan menggelar rapat koordinasi pada tanggal 28 Desember 2019 lalu yang dihadiri dari unsur Polri, TNI, Basarnas, dan instasi terkait lainnya, kita juga sudah menyiapkan posko Siaga di kantor, dan kami berharap di masing-masing satuan juga menyiapkan posko siaga," ujar Iskandar.

Iskandar menambahkan bahwa dalam antisipasi penanganan bencana perlu pelatihan manajemen posko, manajemen dapur umum, manajemen evakuasi, maupun pelatihan manajemen penanganan bencana.

"Saat terjadi bencana, tentu kita harus pikirkan bagaimana nasib korban, mulai evakuasi, penyiapan lokasi pengungsian, hingga penyediaan dapur umum, hal ini tentu perlu dilatih dan disimulasikan sehingga para personel paham apa yang harus dikerjakan," ujarnya.

Selanjutnya dari Basarnas Bapak Djefri mengatakan bahwa pihaknya siap kapan saja jika dibutuhkan.

"Pada prinsipnya kami dari Basarnas siap dilibatkan dalam penanganan bencana sebagaimana tugas pokok kami untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban, Disaat ada informasi orang hilang/hanyut /tenggelam, kami akan turunkan Tim untuk mencari dan evakuasi korban," ujar Djefri.

Sementara itu Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK menambahkan bahwa Polda Gorontalo beserta jajarannya telah melakukan antisipasi dalam penanganan bencana.

"Bapak Kapolda pada akhir Desember kemarin telah memerintahkan Sabhara, Brimob dan Pol Air untuk menggelar peralatan tanggap bencana, selain itu di Dit Sabhara, Satbrimob dan Dit Pol Air juga telah disiapkan Posko Siaga bencana, hal tersebut sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana alam di wilayah Provinsi Gorontalo, tadi Wakapolda usai vicon juga sudah memberikan arahan untuk kembali dilakukan pergelaran secara lengkap semua instasi yang berhubungan langsung dengan penanganan bencana, dan beliau Wakapolda juga meminta untuk disimulasikan, agar semua peralatan dan juga personel siap, apabila dihadapkan pada kejadian bencana, dan tentu kita berharap melalui do'a semoga di Wilayah Provinsi Gorontalo terbebas dari bencana alam, Aamiin," ujar Kabid Humas.(bh/ra)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]