Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PKS
Anis Matta: PKS Siap Dukung Jokowi, Asal..
Friday 30 Jan 2015 22:42:22

Ilustrasi. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta.(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mendapat perhatian khusus dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta. Namun Anis menilai pertemuan itu hanya pertemuan biasa dan silaturahmi Koalisi Merah Putih dengan Presiden.

"Ini hanya pertemuan dua tokoh dan ajang silaturahmi," kata Anis Matta, di sela pembukaan Raker Fraksi PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).

Setelah pertemuan Prabowo dengan Presiden Jokowi, malam harinya Koalisi Merah Putih langsung berkumpul. Di antaranya membahas masalah kursi Kapolri yang kini kosong. KMP telah sepakat menyerahkan masalah itu kepada Presiden Jokowi.

"KMP akan menentukan sikap setelah sikap resmi dari Presiden, jadi dilantik atau tidak," ujarnya.

Menanggapi arah politik PKS yang merapat ke Koalisi Indonesia Hebat, Anis Matta membantahnya. Anis memastikan kesetiaan partainya kepada KMP karena PKS juga salah satu pendirian KMP. "Kami tetap setia," ujar Anis Matta.

Bahkan menurut Anis, KMP akan melakukan rakernas untuk menyamakan pandangan dan membuat platfon perjuangan bersama. "Kita akan mulai menyamakan pandangan pada sisi yang lebih dalam," ujarnya.

Dukung Pemerintah

Meski menjadi partai koalisi, PKS menyatakan tetap mendukung pemerintah asalkan kebijakan yang diambil benar-benar untuk kepentingan masyarakat.

Anis Matta mengatakan, pertemuan Prabowo dan Presiden Joko Widodo merupakan niat baik dari KMP yang tetap menjaga silaturahmi dengan pemerintah walaupun KMP memposisikan diri sebagai oposisi.

"KMP ingin menunjukkan niat baik, walaupun kami oposisi, Akan tetapi oposisi ini didirikan untuk tidak merongrong pemerintah," ujar Anis Matta.

Dia menambahkan, KMP justru mendukung semua agenda pemerintah yang baik. Hingga saat ini semua kebijakan pemerintah masih dalam koridor yang baik. "Kita siap bekerja sama dengan baik dengan pemerintah," ujarnya lagi.

Terkait dengan pelantikan Presiden Jokowi sebagai pendekar utama di pencak silat oleh Prabowo, menurut Anis Matta itu hanya simbol persaudaraan dan tidak ada maksud tertentu.

"KMP juga ingin menunjukkan cara berpolitik yang dewasa, menjadi oposisi yang cerdas, dan tidak kekanak-kanakan," ujar Anis Matta.(BayuJanuar/viva/bhc/sya)


 
Berita Terkait PKS
 
PKS Dinilai Gagal Move On Buntut Minta Anies Tak Bentuk Parpol, Berkaca Pilkada Jakarta dan Depok
 
PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman Sebagai Cagub-Cawagub Jakarta
 
Hasil Rapimnas, Syaikhu Ungkap Kriteria Capres Pilihan PKS
 
Usul Raffi Ahmad Capres 2024, PKS Sedang Berusaha Mengubah Citra sebagai Partai Tengah
 
Fraksi PKS: KEM-PPKF 2023 Harus Cermati Arah Politik Anggaran Negara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]