Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Bus TransJakarta
Anies akan Sediakan Mushola di Halte TransJakarta Sudirman-Thamrin
2018-03-12 09:49:09

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana membangun musala di halte-halte TransJakarta di sepanjang Sudirman-Thamrin. Pelaksanaan pembangunan mushola itu akan bersamaan dengan penataan di kawasan tersebut.

"Nanti pembuatan dan lain-lain dijadikan satu dengan penataan (Sudirman-Thamrin) supaya tidak bongkar-pasang. Kalau sekarang kita kerjakan, toh sedang dilakukan renovasi," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/3) lalu.

Ditemui terpisah, Kepala Humas PT TransJakarta Wibowo menjelaskan saat ini baru 3 halte TransJakarta yang dilengkapi musala. Ketiga halte tersebut adalah halte Monas, Glodok, dan Karet.

Bowo mengatakan rencana pembangunan musala di halte TransJakarta Sudirman-Thamrin sudah ada dalam perencanaan. Namun untuk eksekusinya masih harus dipelajari terlebih dulu.

"Sedang kita pelajari dulu," ujar Bowo saat ditemui di Balai Kota.

Bowo mengatakan pembangunan musala di halte TransJakarta harus melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya luas dan lokasi halte.

"Kalau Harmoni mungkin karena besarnya. Tapi kita harus perhatikan jangan sampai mengganggu orang ibadah karena kan ramai tuh. Kalau di bundaran Senayan, turun sudah ada musala," ucapnya.

"Jadi sebenarnya kita perlu lihat dulu di sekelilingnya ada nggak dan keluar itu, akses pelanggan keluar jauh apa nggak. Sebenarnya kan yang diutamakan karena waktu salat magrib pendek," papar Bowo.

Bowo menambahkan wacana pembangunan musala ini untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan. Jangan sampai karena mengejar bus pelanggan meninggalkan ibadahnya.

"Jadi ini concern bagi masyarakat yang naik TransJakarta, dia jangan sampai mengejar TransJakarta terus ketinggalan salat. Sehingga disediakan musala di halte," lanjutnya.(opini-bangsa/bh/sya)



 
Berita Terkait Bus TransJakarta
 
• Kasus Kecelakaan Bus Transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung di SP3, Tersangka Meninggal Dunia
 
• PT Transjakarta Sediakan Takjil Gratis Saat Berbuka Puasa
 
• Seluruh Halte Transjakarta Tersedia WIFI Berkecepatan Tinggi Tanpa Bayar
 
• Mantan Dirut Transjakarta Donny Andy Saragih Akan Dicekal ke Luar Negeri
 
• Mulai Februari Pengguna Layanan Transjakarta Wajib Tap In Tap Out
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]