Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Komisi VII DPR
Anggota Komisi VII Cecar Dahlan Iskan dengan Berbagai Pertanyaan
Tuesday 13 Nov 2012 16:20:05

Tampak Ketua Komisi VII DPR RI, Effendi Simbolon dan juga hadir Sutan Bhatoegana.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR RI yang dipimpin Effendy Simbolon yang digelar di Gedung DPR RI Nusantara III, Lantai 4, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Dahlan Iskan banyak dicecar oleh berbagai pertanyaan dari Komisi VII DPR, diantaranya:

1. Dewi Ariani, yang menanyakan tentang Hasil audit BPK RI dari Pak Dahlan yang mengatakan hanya 1 rekomendasi, sedangkan dari summary tersebut, ada 52 rekomendasi perencanan Dahlan Iskan tentang Pembangunan Jaringan Pipa Gas dari PT Arun Mobile Oil yang sekarang ke PLTGU Belawan. "Atas dasar perhitungan apa Program Pak Dahlan sebagai Dirut PLN (Persero)?". tanyanya.

2. Dari Ketua Komisi VII DPR RI Efendi Simbolon menanyakan, ''apakah Pak Dahlan sudah membaca secara keseluruhan hasil audit BPK tentang PLN dan BP Migas,'' ujar Ketua Komisi VII DPR RI itu.

3. Sukarnotomo sebagai anggota DPR menanyakan tentang kerugian PLTGU Belawan, ''apabila bapak tahu penyelewengan dana di PLN dan bapak tidak melaporkannya, maka bapak akan terancam hukuman diatas 5 tahun yaitu 6 tahun penjara,'' ujarnya.

4. Halim Kalla menanyakan soal klarifikasi mengenai palak-memalak, ''tolong katakan saja lobi Pak Dahlan soal efisiensi PLTU yang ada di dapil saya, pada masa bapak subsidikan listrik 40 triliun," katanya.

5. Ali Kastela, menanyakan soal anggaran yang boros disalahgunakan untuk anggaran yang lain. "Saya fikir perlu ditelusuri kembali tentang kerugian Negara tersebut, menurut saya pak Dahlan hanya mengalihkan isu dengan mengatakan di BUMN banyak dilakukan pemerasan, sedangkan rumusan dari kerugian Negara ada 33 komponen,'' jelasnya.

Semua pertanyaan ini mencecar Dahlan walaupun hanya dalam rapat dengar pendapat. Dalam RDP itu, juga turut hadir Kepala BP Migas, Sekjen ESDM, Kepala BPH Migas, Menteri ESDM, PT Pertamina, Dirut PT PGN (Persero) dan Dahlan Iskan sendiri sebagai Mentri BUMN. Hingga berita ini diturunkan, dalam ruang rapat DPR tersebut masih dalam sesi pertanyaan dan semuanya mengarah ke dahlan Iskan.(bhc/put)


 
Berita Terkait Komisi VII DPR
 
• Inilah Jawaban Dahlan Iskan
 
• Anggota Komisi VII Cecar Dahlan Iskan dengan Berbagai Pertanyaan
 
• Dahlan Iskan dan Jero Wacik Hadir Penuhi Panggilan Komisi VII DPR RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]