Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Susu
Anggota DPR: Konsumsi Susu Masih Rendah
Tuesday 03 Jun 2014 02:34:56

Ilustrasi. Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati odjie/parle/iw
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati mengemukakan, Peringatan Hari Susu Nasional pada 1 Juni 2014 masih ditandai dengan cukup rendahnya konsumsi susu di Indonesia.

"Merujuk data Kementerian Pertanian pada tahun 2013, konsumsi susu hanya 11,09 kilogram per kapita per tahun," kata anggota Fraksi PPP itu dalam pernyataan pers di Jakarta, Senin.

Padahal, kata Okky, target pemerintah tahun 2014 ini konsumsi susu sebesar 13,4 kilogram per tahun atau 13 liter per kapita per tahun.

Data ini semakin memprihatinkan bila dibandingkan dengan tingkat konsumsi di negara Asia lainnya. Seperti data tahun 2011 menyebutkan, konsumsi susu penduduk India rata-rata sebanyak 42,8 liter, Malaysia (22,1) liter, Thailand (33,7), Filipina (22,1), dan Vietnam 12,1 liter.

Menurut mantan peragawati ini, situasi tersebut tidak terlepas dari mahalnya harga susu yang umumnya berasal dari impor, yakni sebesar 2,6 juta ton atau 79 persen per tahun.

Dia mengatakan, manfaat meminum susu sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan dan pertumbuhan fisik dan keunggulan generasi penerus Indonesia. Susu merupakan salah satu sumber protein dan kandungan gizi lainnya.

Karena itu, kata dia, perlu direspon secara serius dengan membuat langkah yang revolusioner.

Ide revolusi putih yang digulirkan Prabowo-Hatta dengan menyediakan susu segar bagi anak-anak miskin Indonesia yang diproduksi dari peternakan kambing dan sapi merupakan langkah konkret untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan tangguh.

"Gerakan ini juga akan memberi dampak turunan dengan meningkatkan para peternak tentunya akan meningkatkan ekonomi nasional," katanya.(Tz-S023/B008/Ruslan/Antara/bhc/sya)


 
Berita Terkait Susu
 
Komisi IX Sepakat Bentuk Panja Kasus Susu Kental Manis
 
Legislator Usulkan Susu Kental Manis (SKM) Dihentikan Sementara Pemasarannya
 
Anggota DPR: Konsumsi Susu Masih Rendah
 
Produsen Susu SGM Formula Skorsing karyawannya yang Mengajukan Gugatan Perdata
 
Dinilai Tidak Transparan, Produsen Susu SGM Formula Digugat Karyawannya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]