Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum: Calon Saksi yang Layak di Periksa KPK Malah Dihindari
Friday 10 Jan 2014 11:56:25

Anas Urbaningrum di kediamanya Jl. Teluk Angsa Duren Sawit Jakarta Timur, Jumat (10/1).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam pidato politik Anas Urbaningrum di kediamanya, kembali Anas menyindir mantan pimpinannya di Partai Demokrat Presiden SBY sebagai ketua Dewan Pembina Partai, dimana menurut Anas pada bagian kedua dari proses pemberian gelar dirinya sebagai tersangka di KPK, bersamaan dengan dinamika politik di internal Partai Demokrat yang lagi sangat intens dan sangat tinggi pada waktu itu.

"Saya tidak ingin mengatakan sprindik itu, sprindik politik. Bahwa dalam pemberitaan kepada saya terlibat dalam gratifikasi proyek Hambalang, ada pidato politik SBY dari Jeddah, dari tanah yang mulia, beliau meminta pada KPK mengambil konklusif, kalau salah ya salah, kalau tidak salah, saya pingin tau tidak salah. Tentu itu makna spesial pada saya, karena pada waktu itu beliau dewan pembina saya, elektalibitas Demokrat lagi SOS," ujar Anas Urbaningrum, di kediamannya Jl. Teluk Angsa Duren Sawit Jakarta Timur, Jumat (10/1).

Dijelaskan Anas lebih lanjut, akibat pidato Presiden SBY di Jedah beberapa hari kemudian, saat SBY kembali ke Jakarta dan terjadi peristiwa penting pengambil alihan kekuasaan politik di Demokrat yang meminta Anas untuk konsentrasi menghadapi masalah hukum yang menjeratnya di KPK.

"Saat itu, saya masih belum berstatus saksi, apalagi tersangka, dan ada kasus lagi bocoran sprindik, belum pernah ada sprindik bocor atau dibocorkan," ujar Anas kembali.

Menurut Anas dari kasus gratiifikasi mobil Harrier, bergeser sampai kongres partai Demokrat di Bandung, dan tim relawan Anas banyak dipanggil KPK guna diperiksa tentang dugaan money politik dalam kongres Bandung, banyak pendukung Anas dalam kongres Bandung, dan baru sepertiga saja yang dilihat serta diperiksa KPK, menurut Anas ada 2/3 lainnya yang belum dilihat sungguh-sungguh oleh KPK.

"Relawan pihak lain, harus dimintai keterangan, pointnya saya adalah setuju dan mendukung KPK kerja adil dan transparan, pada pasal 5, dengan begitu maka siapa yang layak jadi saksi, mbok ya di panggil, calon saksi yang layak di panggil malah dihindari untuk di panggil," ujar Anas Urbaningrum kembali.

Menurut Anas, dirinya mendukung KPK agar proses Pengadilan nantinya berjalan, maka akan ditemukan kebenaran dan keadilan itu harus diterima oleh siapapun. Dan Anas juga mengatakan agar KPK jangan melakukan jemput paksa dengan tim Brimob bersenjata, karena Anas tahu alamat KPK di Rasuna Said.(bhc/put)


 
Berita Terkait Anas Urbaningrum
 
• Anas Urbaningrum: Calon Saksi yang Layak di Periksa KPK Malah Dihindari
 
• Anas Sowan ke Ibu dan Mertua Cari Jimat Hidup
 
• Bentuk Ormas PI, Anas Berpidato Ala Vicky Prasetiyo
 
• Anas Gelar "KLB" Tandingan di Bali
 
• KPK Tantang Anas Urbaningrum di Pengadilan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]