Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Wisma Atlet
Anas Dihadirkan, Rosa-Angie Akan Dikonfrontasi
Wednesday 22 Feb 2012 22:26:22

Tim kuasa hukum Muhammad Nazaruddin saat meminta sejumlah saksi untuk dihadirkan dalam persidangan pekan depan (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Majelis hakim mengabulkan permintaan penting yang diajukan pihak terdakwa Muhammad Nazaruddin. Selain mengabulkan permintaan konfrontasi antara Mindo Rosalina Manulang dan Angelina Sondakh, juga tujuh nama untuk dihadirkan sebagai saksi meringankan (ad charge). Satu di antara nama itu adalah Anas Urbaningrum.

Penetapan untuk konfrontasi Rosa dan Angie ditetapkan, setelah perdebatan cukup panjang. Akhirnya majelis hakim menentukan konfrontasi akan dilakukan pada persidangan Rabu (29/2) pekan depan. "Majelis memberi kesempatan kepada tim kuasa hukum untuk mengupayakan saksi Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina," kata ketua majelis hakim Darnawatiningsih dalam persidangan tersebut yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (22/2).

Namun, hakim ketua Darmawatiningsih mengingatkan bahwa konfrontir tersebut hanya untuk mempertanyakan kembali soal percakapan antara Angie dengan Rosa melalui BlackBerry Messenger (BBM) yang dibantah seluruhnya oleh Angie dalam persidangan. Ia pun meminta konfrontasi itu tidak melebar kemana-mana. “Cukup soal komunikasi dari BBM itu,” tegas dia.

Sedangkan penetapan untuk menghadirkan saksi meringankan, juga atas permintaan tim kuasa hukum Nazaruddin. Kubu Nazaruddin sempat meminta pengadilan untuk mengeluarkan surat panggilan terhadap tujuh saksinya itu. Tapi hakim ketua Darmawati memerintahkan, agar kuasa hukum mengusahakan sendiri terlebih dahulu.

Meski kuasa hokum Elza Syarif sempat menolak bahwa semua nama yang diajukan itu merupakan saksi yang meringankan untuk kliennya, tetapi hal itu tidak mendapatkan tanggapan dari majelis hakim. Majelis tetap berketetapan untuk mengabulkan permintaan pihak Nazar menghadirkan saksi meringankan. "Saudara mengupayakan terlebih dahulu," tegas hakim

Para saksi yang diajukan pihak Nazaruddin adalah Tim Pencari Fakta (TPF) Partai Demokrat. Mereka tersebut adalah Max Sopacua, Eddy Sitanggang, dan Benny Kabur Harman. Sedangkan lainnya adalah penyidik KPK, yakni Sigit Haryono, Arif, dan Novel. Sedangkan saksi yang dianggap paling penting oleh kubu Nazaruddin adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Menurut kubu Nazaruddin, keterangan Anas Urbaningrum sangat penting dan diperlukan. Keterangan mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR itu untuk membuktikan keterangan Rosa bahwa Anas juga merupakan pemilik dari PT Permai Group bersama mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat yang kini menjadi terdakwa kasus suap wisma atlet SEA Games tersebut.(dbs/spr)


 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]