Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Anas: Tidak Ada Jual Beli Suara di Kongres
Wednesday 29 Jan 2014 20:46:17

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tersangka kasus gratifikasi hambalang Anas Urbaningrum mengelak adanya jual beli suara ketika proses pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat pada 2010 lalu di Bandung.

Hal ini ditegaskan kembali oleh tersangka kasus dugaan korupsi berupa gratifikasi menyangkut proyek Hambalang dan proyek lainnya, Anas Urbaningrum, setelah diperiksa penyidik KPK selama tujuh jam, Rabu (29/1).

"Saya sudah berkali-kali tegaskan bila tidak ada jual beli suara. Saya juga sudah pesan dari awal kepada relawan agar tidak ada pembelian suara. Itu merupakan posisi etis saya dalam kongres," ujar Anas.

Memang, Anas mengakui, pihak penyidik belum memeriksa hingga sejauh itu. Pemeriksaan Anas tersebut baru pada tahap awal, yakni mempertanyakan seputar kongres, penanggung jawab kongres, Steering Committe [SC], Organization Committe [OC], bagaimana tugas Anas sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat dan seperti apa pola koordinasinya.

“Materinya belum mengarah pada dugaan money politic saat pemilihan ketua. Tapi saya tegaskan, bahwa jual beli suara itu tidak ada,” ujar Anas, yang mengaku sedang kurang fit sehingga pemeriksaan di KPK dipercepat.

Anas ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi pelaksanaan proyek Hambalang dan atau proyek-proyek lainnya semasa menjadi anggota DPR.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
• Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
• Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
• Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
• KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
• Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]