Laporan kelompok itu menyebutkan sedikitnya 135 penduduk sipil tewas" /> BeritaHUKUM.com - Amnesty International Tuduh Israel 'Melakukan Kejahatan Perang'

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Israel
Amnesty International Tuduh Israel 'Melakukan Kejahatan Perang'
Friday 31 Jul 2015 02:07:18

Serangan Israel ke Gaza bulan Agustus ini dianggap sebagai 'kejahatan perang'.(Foto: Istimewa)
ISRAEL, Berita HUKUM - Kelompok pegiat hak asasi manusia Amnesty International menyatakan mereka memiliki "bukti kuat" Israel melakukan kejahatan perang di Gaza menyusul penangkapan seorang prajurit mereka oleh Hamas tahun lalu.

Laporan kelompok itu menyebutkan sedikitnya 135 penduduk sipil tewas dalam pengeboman di Rafah sesudah Letnan Hadar Goldin ditangkap oleh Hamas pada tanggal 1 Agustus tahun lalu.

Belakangan Goldin dinyatakan tewas.

Pihak Israel sendiri menolak laporan tersebut menyatakannya sebagai punya "cacat mendasar" dan bersifat satu pihak.
Amnesty menyatakan Israel menggunakan kebijakan keras alias "melepas sarung tangan" yang berdampak buruk kepada penduduk sipil.

Konflik itu sendiri berlangsung selama 50 hari antara bulan Juli-Agustus tahun lalu dan berakhir dengan gencatan senjata.
Menurut PBB, di pihak Palestina, 2.251 orang tewas dan sebanyak 1.462 orang diantaranya adalah orang sipil.

Pada pihak Israel, 67 orang tentara dan 6 orang sipil tewas.

Israel menyatakan melancarkan serangan ke Gaza untuk mengakhiri penembakan roket ke wilayah mereka dan menghalau ancaman serangan dari kaum militan yang membangun terowongan melintasi perbatasan kedua negara.

Sebelumnya, PBB juga menyatakan kedua pihak sama-sama telah melakukan kejahatan perang pada konflik tersebut.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Israel
 
• Apresiasi Menlu RI Tidak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
 
• Siapa Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman dan Mengapa Menyerang Kapal-kapal Kargo yang Menuju Israel?
 
• Israel Umumkan Kekalahan Terburuk di Gaza
 
• Dukung Fatwa MUI Soal Palestina, HNW Usulkan Adanya RUU Boikot Produk Israel
 
• Seruan Boikot Produk Israel Perlu Digaungkan Kembali pada KTT OKI di Riyadh
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]