Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Amien Rais
Amien Rais Minta Menko Marves Luhut Segera Mundur
2022-04-18 12:12:08

JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais meminta Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mundur dari jabatannya sebagai pembantu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Amien menuding Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP sumber kegaduhan di negeri ini lantaran menghembus-hembuskan wacana penundaan pemilu hingga jabatan Presiden 3 Periode.

"Pertama seyogyanya Pak Luhut segera mengundurkan diri," kata Amien Rais dalam acara Milad 1 Tahun Partai Ummat, yang diunggah di akun YouTube Partai Ummat, Minggu (17/4).

Dilansir dari laman detikcom, aktivis dan tokoh reformasi ini juga menilai Luhut menderita narsisistik megalomania. Yakni sebuah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa percaya diri berlebihan sehingga merasa paling sempurna.

"Pak Luhut nekat dan sudah terjebak dengan narsisistik megalomania yang diidapnya, Pak Jokowi seyogyanya memecat dia, Luhut bukan lagi aset bangsa, tapi telah menjadi beban nasional," cetus Amien.

Bahkan Amien menyakini bahwa sebagian masyarakat sipil sudah tidak percaya kepada LBP.

"Sebagian besar masyarakat sipil saya yakin sudah tidak percaya lagi dengan Pak Luhut," bebernya.

Dia pun lantas mengutip pernyataan anggota DPR RI Masinton Pasaribu yang rela ditembak karena mengkritik Luhut soal wacana penundaan pemilu tersebut.

"Masinton Pasaribu yang lebih tahu itu mengatakan saya (Masinton) bersedia ditembak daripada mencabut pernyataan saya bahwa Luhut adalah biang kerok. Saya (Amien) nggak tega ya, tapi itu menurut Pak Masinton," ujar Amien.

Selain itu Amien juga meminta Presiden Jokowi tegas terhadap LBP. Ia mengatakan, Luhut bukan aset bangsa, melainkan beban nasional.

"Jadi Pak Luhut, 'please resign the sooner the better', jadi makin cepat makin bagus," tandasnya.(dtk/bh/amp)


 
Berita Terkait Amien Rais
 
Amien Rais Minta Menko Marves Luhut Segera Mundur
 
Prabowo Jadi Menhan, Amien Rais Menahan Diri untuk Kritik Kabinet Jokowi
 
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
 
Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?
 
Amien Rais Bersyukur Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo Dihadiri Puluhan Ribu Massa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]