Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Partai Demokrat
Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
2022-03-10 18:21:07

Pembacaan pernyataan sikap PAC Partai Demokrat Kabupaten Klaten mendesak pemecatan HS dari anggota DPRD.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Demokrat Kabupaten Klaten mendesak anggota DPRD Kabupaten Klaten inisial HS untuk mundur dari jabatannya. Desakan itu tertuang dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 25 PAC (pimpinan anak cabang) Partai Demokrat Kabupaten Klaten.

"Mendorong agar HS diberhentikan dengan tidak hormat dari anggota DPRD Kabupaten Klaten," bunyi pernyataan sikap yang dibacakan oleh salah satu PAC dan disaksikan 24 PAC Partai Demokrat Kabupaten Klaten.

Seperti diberitakan dan beredar viral di medsos YouTube SuaraKPK, HS disebut telah mencederai marwah partai, yakni dengan menjadi broker (calo) dalam perizinan pertambangan dan diduga melakukan pelanggaran etika susila terhadap seorang wanita pengusaha tambang berinisial SN.

"Karena telah mencederai dan menginjak-injak marwah Partai Demokrat yang kita banggakan bersama," sebut alasan 25 PAC dari pernyataan sikap itu.

Berikut 25 PAC Partai Demokrat yang menandatangani pernyataan sikap tuntutan pemberhentian HS dari kepengurusan PAC dan mendesak pemecatan HS dari anggota DPRD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah:

1. PAC Bayat
2. PAC Cawas
3. PAC Ceper
4. PAC Delanggu
5. PAC Gantiwarno
6. PAC Jatinom
7. PAC Jogonalan
8. PAC Juwiring
9. PAC Kalikotes
10. PAC Karanganom
11. PAC Karangdowo
12. PAC Karangnongko
13. PAC Kebonarum
14. PAC Kemalang
15. PAC Klaten Selatan
16. PAC Klaten Tengah
17. PAC Klaten Utara
18. PAC Manisrenggo
19. PAC Ngawen
20. PAC Pedan
21. PAC Polanharjo
22. PAC Prambanan
23. PAC Trucuk
24. PAC Tulung
25. PAC Wedi

Terkait dugaan pelanggaran etika susila, HS diduga melecehkan dan menyebut kata-kata tak pantas kepada SN melalui pesan WhatsApp.

"Lo*te ra payu ("P" tidak laku)," sebut HS kepada SNT dalam percakapan bahasa daerah sesuai tangkapan layar pesan WhatsApp yang diterima wartawan dari sumber terpercaya, Kamis (8/3).(bh/amp)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]