Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Islam
Aktivis Tionghoa Heran, Kok Bisa di Negara Mayoritas Islam yang Dinista Islam
2021-08-23 07:23:40

Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Keberagaman dan kebhinnekaan bangsa ini sebenarnya sudah tidak ada masalah. Seiring usia bangsa yang semakin dewasa, sebenarnya rakyat memaknai perbedaan dengan cara bijaksana.

Begitu terang aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma menanggapi aksi Youtuber, Muhammad Kece yang dinilai berbahaya bagi kerukunan umat beragama di tanah air.

"Jadi keberagaman itu sudah tidak ada persoalan sebenarnya," tutur Lieus saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (22/8).

Menurutnya, saling menghargai dan menghormati perbedaan sudah menjadi sikap bangsa Indonesia dalam keseharian.

Tapi Lieus merasa heran dalam kurun 6 tahun terakhir, ujaran kebencian yang berkaitan dengan agama, terutama Islam meningkat.

"Saya yang Buddha saja heran. Kok bisa di negara mayoritas Islam yang dinista Islam. Aneh sekali. Dan yang lebih aneh, umumnya yang menista aman atau tidak tersentuh hukum," ujarnya.

Hal itu tentu berbanding terbalik dengan aksi aparat yang belakangan sibuk memburu pembuat mural yang mengkritik pemerintah.

Lieus menekankan bahwa usia Indonesia sudah tidak lagi muda. Untuk itu, semua pihak harus bisa menjaga sikap dan perilaku untuk saling menghormati dan menjaga perbedaan dan kebhinnekaan yang ada.

Dia juga berharap aparat yang sudah digaji dari uang rakyat bisa bersikap adil dan menegakkan hukum demi keadilan semua.

"Untuk Muhammad Kece, lebih baik memperbaiki diri dan janganlah menista Nabi Muhammad. Mari kita jaga toleransi dan kebhinnekaan," tutupnya.(wv/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Islam
 
• Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung
 
• Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
 
• Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
 
• Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
 
• LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]