Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Demo di Depan Gedung KPK
Aksi GEBUK ISTANA: Usut Tuntas Kasus Korupsi Dana Bansos Sumut
Thursday 07 Jan 2016 19:45:29

Tampak suasana aksi massa 'GEBUK ISTANA' di depan gedung KPK.(Foto: BH/mnd
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi 'GEBUK ISTANA' (Gerakan Bersatu Untuj Rakyat - Indonesia Sehat Tanpa Koruptor) berlangsung di depan gedung KPK RI. Tuntutan puluhan para massa aksi yang berkerumun di depan gedung KPK tersebut meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus Korupsi dana Bansos Sumatera Utara.

"Korupsi dana Bansos ini, seharusnya ditindaklanjuti dengan pencopotan HM. Prasetyo dan Surya Paloh dalam kasus 'Papa Minta Dana Bansos'," ujar Hamdan Halil, selaku koordinator lapangan para demonstran di tengah teriknya siang Matahari di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada, Kamis siang (7/1). .

Nampak dari pantauan pewarta, sekeruman massa aksi pendemo dengan perlengkapan aksi menggunakan mobil sound, spanduk selain itu menyebarkan selebaran tuntutan aksinya.

Dalam orasinya, para pendemo merasa indikasi adanya keterlibatan Surya Paloh dan Prasetyo yang jelas sudah terungkap dalam fakta persidangan, serta keterangan dan pengakuan dari eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, yang mana dalam Kasus ini juga sebelumnya telah menjerat mantan Anggota DPR RI eks Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella.

Mereka menuntut dan mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI harus turun tangan mengawasi proses hukum kasus dugaan korupsi dana Bansos Pemprov Sumut, yang kini ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di lokasi aksi massa, mereka menuntut dan mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung, melawan Koruptor dana Bansos Sumut. Menetapkan status hukum menjadi tersangka pada Surya Paloh dan H.M Prasetyo, dan selanjutnya KPK RI dalam mewujudkan Komitmennya untuk mengusut tuntas kasus Korupsi dana Bansos Sumatera Utara.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Demo di Depan Gedung KPK
 
• Dugaan Gratifikasi Fee DAK 2017 Lamteng, KAKI Laporkan Azis Syamsuddin Ke KPK
 
• Aksi Demo HIDUP KPK: Surya Paloh dan HM Prasetyo Diduga Terkait Kasus Bansos Sumut
 
• Aksi GEBUK ISTANA: Usut Tuntas Kasus Korupsi Dana Bansos Sumut
 
• FPAK Aksi Demo Didepan KPK Menuntut Walkot Bekasi Terindikasi Korupsi APBD 2009-2010
 
• Aksi JKMI Menuntut Agar Benny Utama Bupati Pasaman Diperiksa KPK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]