Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Presiden SBY
Aksi Bakar Diri, Peringatan Bagi Presiden SBY
Thursday 08 Dec 2011 12:50:23

ILustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Aksi bakar diri yang sengaja dilakukan pria tak dikenal itu, diduga untuk mendapatkan perhatian perhatian publik. Apalagi ia melakukannya di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/12) kemarin. Hal ini bisa juga bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan yang dipimpinan Presiden SBY.

"Saya lihat kasus ini ada sesuatu message (pesan) yang ingin dia sampaikan, tapi tidak tahu apa. Ini boleh jadi sebuah 'warning' untuk Presiden SBY, ternyata ada orang frustrasi dan nekat melakukan tindakan fatalistik hanya untuk mengungkapkan kekecewaan,” kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/12).

Menurut dia, aksi bakar diri perlu menjadi pemikiran bersama, karena dalam sistem pertumbuhan pembangunan yang dilakukan ternyata membawa dampak sosial. "Pemerintah harus langsung merespon apa yang ingin disampaikan, jangan sampai ini menjadi tren baru dan diikuti oleh orang lain," katanya.

Apalagi kasus seperti ini, lanjut dia, peristiwa unik dan jarang terjadi, dilakukan di depan kantor presiden yang merupakan simbol negara. Dan sambil menunggu polisi mengungkap kasus ini, patut diduga kejadian ini merupakan bentuk kekecewaan dan frustasi sangat mendalam terhadap presiden.

"Saya kira, masih banyak masyarakat yang merasa sangat kecewa dengan kondisi negara ini, tapi bisa mengungkapkan perasaan kecewanya itu. Boleh jadi pelaku bunuh diri ini, sengaja mengungkapkannya dengan cara tragis seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly merasa yakin bahwa aksi bakar diri itu peringatan bagi SBY. Pemerintah pun diminta instropeksi dan mawas diri, karena saat ini beban hidup rakyat kian berat.

"Meski belum jelas motifnya, tapi di era pemerintahan SBY berkuasa ini, banyak orang menderita dan mereka putus asa. Boleh jadi mereka bakar diri untuk berharap bisa memancing perhatian penguasa. Kalau dia memang ingin bunuh diri, kenapa tidak gantung diri dan kenapa memilih tempat di depan istana ," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menyatakan rasa prihatinnya atas aksi bakar diri. Pihaknya pun berharap takkan ada lagi aksi seperti itu. "Kami berharap itu menjadi peristiwa terakhir yang kita lihat dalam masa hidup kita," kata dia.

Ia pun meminta kepada yang bersangkutan dan masyarakat, agar tidak menyia-nyiakan anugerah kehidupan yang diberikan Tuhan. Kebebasan berpendapat dan berekspresi sebaiknya digunakan untuk memajukan kehidupan bersama. “Ada banyak cara mengungkapkan ekspresi, tapi tidak dengan seperti itu,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria tiba-tiba melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara, Rabu (7/12) sore kemarin. Sejumlah aparat kepolisian berhasil menyelamatkan dan melarikan ke RSCM. Pria yang belum diketahui identitasnya itu, menderita luka bakar serius dan hingga kini masih dalam perawatan intensif di instalasi gawat darurat. Aparat kepolisian masih mencari identitas dan menyelidki motif di balik aksi nekat tersebut.(inc/rob/irw/wmr)


 
Berita Terkait Presiden SBY
 
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
 
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
 
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
 
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
 
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]