Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
OTT Ketua MK dan Anggota Dewan
Akil Mochtar Segera Disidang
Wednesday 29 Jan 2014 17:02:21

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas Akil Mochtar dari proses penyidikan ke penuntutan, Rabu (29/1). Berkas mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) setinggi paha orang dewasa.

Akil ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten di MK. Ia ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang. Selain itu dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah terkait penanganan sengketa Pilkada di MK.

Pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer menyatakan, berkas yang dilimpahkan ke penuntutan mencakup semua kasus dugaan korupsi yang menjerat Akil. "Untuk semua berkas, sudah tahap dua terhitung hari ini," katanya di KPK, Jakarta.

Tamsil mengatakan, jaksa penuntut umum memiliki waktu dua minggu untuk melimpahkan berkas Akil ke pengadilan. Akil, kata dia, siap untuk menjalani proses persidangan. "Paling lama 14 hari dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya, seperti yang dilansir dari jpnn.com.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, KPK bisa menuntut Akil dengan tuntutan maksimal berupa hukuman penjara seumur hidup.

Tamsil tidak mempermasalahkan apabila KPK memberikan hukuman maksimal kepada Akil. "Ancaman boleh aja seumur hidup," tandasnya.(gil/jpnn/bhc/rby)


 
Berita Terkait OTT Ketua MK dan Anggota Dewan
 
Ratu Atut Divonis 4 Tahun Penjara, KPK akan Ajukan Banding?
 
Vonis Bui Seumur Hidup, Akil Pecahkan Rekor Hukuman Koruptor
 
Wawan di Vonis 5 Tahun Penjara, KPK akan Banding
 
Jaksa KPK Tuntut TCW alias Wawan 10 Tahun Penjara
 
Didakwa Kasus Akil, Ratu Atut Terancam 15 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]