Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Dana APBD
Akhirnya, Ucok Harahap Mantan Camat Kramat Jati Mendekam di Balik Jeruji Cipinang
Saturday 15 Feb 2014 21:46:30

Ilustrasi. Penjara.(Foto: Istimewa)
JAKARTA , Berita HUKUM - Tersangka kasus Korupsi Ucok Bangsawan Harahap, SE,Msi mantan Camat Kramat Jati Jakarta Timur, Periode 2009 hingga 2013 akhirnya mendekam di balik jeruji penjara Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, terkait atas kasus dugaan tindak Pidana Korupsi anggaran APBD. Perihal tersebut juga diungkapkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim), Sabtu (15/2).

"Hari ini, kami telah melakukan penahanan terhadap Saudara Ucok Bangsawan Harahap, ke rutan Cipinang, Jakarta Timur," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jakarta Timur, Silvia Destiana, di kantornya, Kejari Jaktim.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengusutan tim Jaksa penyidik, diketahui, Ucok telah melakukan aksinya, saat menjabat sebagai Camat Kramat Jati Jakarta Timur, Periode bulan Juni 2009 hingga bulan Juni 2013.

"Ucok dikenai sangkakan telah melakukan penyelewengan tindak pidana korupsi anggaran pada SKPD Kecamatan Kramat Jati, dengan cara pemotongan anggaran sebesar 30% dari kurang lebih 60, kegiatan dalam dokumen Pelaksanaan Anggaran," jelas Silvi.

Di lain pihak, Silvi juga menambahkan tersangka Ucok, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat ditahan selama 20 hari, sejak tanggal 14 Feb hingga 5 maret 2014.

"Akibat perbuatan tersangka, untuk sementara kerugian negara sebesar Rp 673.540.620,-" jelas Silvi.

Sementara, Advokat tersangka Ucok meminta agar Kejari timur mengusut hingga ke Walikota.

"Kejari timur harus periksa sampai ke walikota, jangan di tingkat kecamatan saja." tegas Elfianus Tarigan SH,MH di dalam gedung Kejaksaan Timur, usai mengantarkan kliennya.

Untuk diketahui bahwa, pihak Kejari Jakarta Timur mendapat Juara 1 penanganan korupsi di Indonesia, yang di pimpinan Jhonny Manurung, sudah menahan lebih dari 5 pejabat wilayah di Jakarta Timur. Mulai dari Lurah Ceger dan bendaharanya, Lurah Kayu Putih, mantan Camat Kramat Jati.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Kasus Dana APBD
 
ETOS Institute Layangkan Surat Resmi Dugaan Penyalahgunaan Anggaran APBD Kabupaten Raja Ampat ke KPK
 
Bareskrim Menangkap Mantan Gubernur Malut Thaib Armayin
 
Akhirnya, Ucok Harahap Mantan Camat Kramat Jati Mendekam di Balik Jeruji Cipinang
 
Theddy Tengko Digelandang ke Sukamiskin, Asetnya Akan Disita
 
Terima Suap, Hakim Tipikor Kartini Marpaung Divonis 8 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]