Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Pemilu 2014
Ahok: Jangan Pilih Jokowi!
Thursday 26 Jun 2014 23:14:12

Ilustrasi. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), disemprot seorang warga DKI yang mengaku kecewa dengan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).

Kejadian itu terjadi saat Ahok menggelar rapat pimpinan. Para awak media pun mencegat Ahok untuk bertanya mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan Jokowi harus bertanggung jawab atas hal itu.

"Salah Jokowi di mana saya tanya?" ujar Ahok, di Balairung, Jakarta, Selasa (24/6).

Belum selesai Ahok menjawab pertanyaan wartawan, seorang ibu berjilbab yang menggendong anak langsung menjawab.

"Salah Jokowi ninggalin Jakarta," katanya.

Ahok yang saat itu tengah menghadap kamera tiba-tiba membalikkan badan dan melihat ibu itu. Dengan nada tinggi, Ahok menjawab bahwa tidak salah Jokowi meninggalkan Jakarta.

"Enggak salah dong. Dia enggak ninggalin Jakarta. Dia sedang berusaha supaya menguasai Merdeka Utara," jawab Ahok.

Ibu yang belum diketahui identitasnya itu pun kembali menjawab. "Ya salah dong. Kan dia janji mau benerin Jakarta. Saya sebagai warga Jakarta masak ditinggalin gitu saja," ujarnya.

Mendengar jawaban sang ibu, Ahok kembali menjawab, "Kalau ibu kecewa sama Pak Jokowi, jangan pilih Jokowi."

"Ya memang saya enggak mau milih dia (Jokowi)," jawab ibu itu.

"Jadi doakanlah. Jangan pilih dia (Jokowi), pilih nomor 1 kalau gitu ya," sambut Ahok lagi sambil tertawa.

Sadar pernyataannya mengajak orang untuk memilih pasangan nomor urut 1, Ahok menegaskan tidak melakukan kampanye.

"Saya enggak kampanye lho ya. Kan cuma ada dua pilihan. Saya enggak kampanye," ucap Ahok sambil tertawa.

Ibu itu pun mengaku akan menerima Jokowi jika tidak terpilih menjadi presiden dan kembali ke Jakarta meski dia menganggap Jokowi tidak konsisten terhadap Jakarta.

"Kalau (Jokowi) balik lagi (ke Jakarta), ya saya terima. Saya kecewa kok dia ninggalin Jakarta. Tapi, harus konsekuen dong," ujarnya emosi.

Menanggapi pernyataan akhirnya, Ahok pun sedikit menceritakan kembali perjalanan hidupnya yang juga seringkali tidak konsisten.

"Saya juga enggak konsekuen. Saya dulu DPRD tujuh bulan, kabur jadi bupati. (Selama) 16 bulan jadi bupati saya kabur mau jadi Gubernur Bangka Belitung, eh dulu berhenti. Terus, saya masuk ke DPR RI. DPR RI 2,5 tahun, aku kabur ke sini. Sudah, ibu pilih nomor 1 saja kalau enggak mau nomor 2," tutup Ahok sambil tertawa.(ugo/okezone/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]