Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pemukulan
Adhan Dambea: Ketua Dewan Itu Harus Mampu Menjadi Pengayom
2019-12-07 06:11:30

Aktivis Rahmat Mamontoh dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo - H. Adhan Dambea, S.Sos, MA (kanan).(Foto: Istimewa)
GORONTALO, Berita HUKUM - Terkait pemukulan Aktivis Rahmat Mamontoh yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku keluarga Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Adhan Dambea, S. Sos. MA selaku Anggota DPRD Provinsi Gorontalo mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini, menurut Dambea kalaupun ada perbedaan pendapat, hal itu adalah hal yang wajar, tetapi bukan berarti harus mengirim orang untuk memukul orang lain.

"Apalagi saya dengar dari media bahwa mereka (pelaku pemukulan,red) adalah keluarga Ketua Dewan Kabupaten Gorontalo, jadi tolonglah, artinya sebagai Ketua Dewan harus mampu mengayomi, apapun masalah, karena ini barang pernah saya alami, saya juga pernah menjadi Ketua Dewan," tegas Dambea.

Jadi jika sudah pada posisi Ketua Dewan, kita harus mampu menempatkan diri sebagai pengayom, harus peka terhadap kritikan, saya sudah berulang kali bilang bahwa LSM atau aktivis ini bukan lawan politik, tetapi mereka adalah mitra Pemerintah dan DPRD, artinya dari merekalah kita mendapatkan informasi," tambahnya.

"Saya mohon juga dari pihak Polres untuk menuntaskan masalah ini, jangan cuma dibiarkan, jangan karena ada ketua dewan disitu lalu cuma dibiarkan, saya sebagai aktivis dan LSM akan terus membantu korban pemukulan dan mengawal proses hukum ini hingga tuntas, so talalu leh," ketus Dambea.(bh/ra)


 
Berita Terkait Pemukulan
 
• Faisal Marasabessy Ditetapkan Tersangka Kasus Pemukulan Anak Anggota DPR di Tol Jakarta Selatan
 
• Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Pemukulan Anggotanya, Ketum KPMP Datangi Polres Metro Bekasi
 
• Adhan Dambea: Ketua Dewan Itu Harus Mampu Menjadi Pengayom
 
• Razia Satpol PP Samarinda Gaya 'Koboy Jalanan', 8 Pemuda Dipukul Hingga Berdarah
 
• Pemukulan Pramugari Sriwijaya, Nur: Memukul Kencang ke Telinga Saya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]